Kuota CASN Banten 2.515, Diumumkan 25 Oktober

SERANG – Pengumuman penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) secara serentak akan diumumkan pada 25 Oktober. Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi diminta untuk menyiapkan diri karena persaingan sangat ketat, apalagi Banten hanya mendapatkan 2.515 kuota.

Untuk Pemprov Banten, berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Menpan dan RB) Nomor 545 tentang Penetapan Kebutuhan ASN di lingkungan Pemprov Banten Tahun 2019, kuota calon ASN untuk Pemprov Banten tahun ini hanya 253. Kuota itu terdiri dari atas 31 tenaga teknis yang akan disebar ke beberapa OPD di lingkup Pemprov, selebihnya adalah tenaga pendidik. Sedangkan kuota untuk tenaga kesehatan tidak ada.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, dengan kuota tenaga kesehatan yang tidak ada maka Pemprov akan kembali mengusulkan formasi tenaga kesehatan itu ke pemerintah pusat. “Karena kami butuh tenaga kesehatan juga,” ujar Komarudin kepada Radar Banten, Senin (21/10).

Kata dia, pengumuman akan dilakukan di akhir bulan ini. Sedangkan kuota pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum ada. “Kemarin yang diberikan hanya calon ASN saja,” tutur Komarudin.

Sebelumnya, Pemprov mengusulkan kuota 480. Tenaga yang paling banyak dibutuhkan, yakni tenaga kesehatan dan pendidikan. Namun, Kementerian PAN-RB hanya menyetujui 253.

Di Kota Cilegon, penerimaan calon ASN paling banyak untuk posisi guru. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengaku, telah menerima Surat Keputusan dari Kementerian PAN-RB tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkot Cilegon Tahun 2019.

Dalam surat itu dijelaskan, kuota untuk Pemkot Cilegon sebanyak 183 pegawai untuk tiga formasi, yaitu 122 orang untuk tenaga pendidik atau guru, 17 orang tenaga medis, dan 44 orang tenaga teknis. “Kalau tidak ada perubahan 25 Oktober nanti akan kita umumkan ke masyarakat,” ujar Mahmudin di kantor BKPP Kota Cilegon, Senin (21/10).

Pendaftaran dan verifikasi dokumen persyaratan akan dibuka sejak Oktober hingga akhir tahun ini yang akan dilakukan secara online. “Persyaratan sama saja dengan tes calon ASN sebelumnya, makanya kami mengimbau ke masyarakat untuk segera siap-siap dari sekarang,” tuturnya.

Sedangkan pelaksanaan tes akan dilaksanakan pada Februari tahun 2020. Untuk tes calon ASN kali ini, pelaksanaan tes diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten kota. Karena itu, dimungkinkan, pelaksanaan tes tidak akan dilakukan di luar Kota Cilegon seperti tes calon ASN sebelumnya.

Kebutuhan formasi tenaga guru pun dialami Pemkot Tangerang. Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Akhmad Lutfi mengatakan, setelah mengajukan usulan calon ASN Pemkot Tangerang memperoleh kuota hanya 355 orang. “Formasinya untuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis, data dari pusatnya belum rinci tapi untuk yang paling banyak tenaga pendidikan lebih dari 50 persen,” ungkapnya.

Sementara untuk PPPK, Kota Tangerang mendapatkan kuota sekira 800 orang. “Kalau PPPK kuotanya ditentukan dari kebanyakan jumlah pelamar, saat ini yang banyak masih tenaga pendidikan,” tuturnya.

Sementara Kementerian PAN-RB mencoret beberapa usulan calon ASN untuk Pemkab Lebak. Namun, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak tidak merinci usulan yang dicoret tersebut. Mereka akan mengonsultasikan terlebih dahulu ke Jakarta.

“Iya, kita sudah terima formasi calon ASN dari Kementerian PAN-RB. Ada banyak yang dicoret dari total usulan yang disampaikan sebanyak 404 orang,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi BKPP Lebak Fuad Lutfi kepada Radar Banten, kemarin.

Ditanya formasi apa saja yang dicoret Kementerian PAN-RB, Fuad menginformasikan, formasi PPPK dari SMA dicoret pusat. Termasuk untuk tiga formasi tenaga teknis. Jumlah usulan yang disetujui sebanyak 300 lebih. Tapi, pastinya belum bisa diinformasikan karena akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat.

“Kalau saya bilang 315 misalnya, nanti takut ada perubahan. Karena itu, kami belum berani publikasi jumlahnya berapa. Tunggu saja setelah saya koordinasi dan konsultasi ke Jakarta terlebih dahulu,” tegasnya.

Pada bagian lain, Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Eris mengatakan, pihaknya sudah menerima kuota calon ASN 2019 dari Kementerian PAN-RB. Kabupaten Serang, diberikan 411 formasi calon ASN.

Lebih rinci ia memaparkan, 411 formasi calon ASN itu terdiri atas tenaga pendidikan 99 formasi, tenaga kesehatan 134 formasi, dan tenaga teknis lainnya 178 formasi. Dalam perekrutan ini, pihaknya menegaskan tidak ada pengadaan PPPK di seluruh instansi. “Lebih lengkapnya nanti ada pengumuman resminya,” katanya. (nna-bam-jek-her-one-you-mg04/air/alt/ira)