Kuota Haji Bertambah, Menag: Prioritas Untuk yang Belum Pernah Berhaji

0
440 views
Presiden RI Joko Widodo saat jumpa pers di Istana Negara, Rabu (11/1).

SITUBONDO – Kuota haji Indonesia tahun 2017 sebanyak 221 ribu orang atau naik 52.200 dari tahun lalu. Karena itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menekankan bahwa kuota itu diprioritaskan bagi yang belum pernah berhaji.

“Mudah-mudahan ini akan semakin memperpendek antrean para calon jamaah haji Indonesia,” kata Menag usai menyampaikan sambutan pada acara Halaqah Ulama ‘Refleksi 33 tahun Khittah NU’ yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Kamis (12/1), sebagaimana dilansir Kemenag.

Menurut Menag, antrean jemaah haji Indonesia saat ini cukup panjang, meski berbeda-beda antar provinsi. Ditanya soal pemanfaatan kuota, Menag mengatakan bahwa itu akan diprioritaskan bagi yang belum berhaji.

“Prioritas betul-betul ditujukan bagi yang belum berhaji sama sekali,” ujar Menag. Karenanya, Menag berharap jemaah yang sudah pernah berhaji untuk bisa berbesar hati memberikan kesempatan kepada sesama saudaranya yang belum berhaji.

Menag mengatakan bahwa kewajiban berhaji hanya sekali. Mereka yang sudah pernah menjalankan, sesungguhnya sudah tidak berkewajiban lagi untuk berhaji. “Kewajibannya sudah gugur maka kita beri kesempatan bagi yang belum berhaji sama sekali,” terangnya.

Sejak tahun 2013 seiring dilakukannya renovasi Masjidil Haram, kuota haji Indonesia dan seluruh negara pengiriam jemaah lainnya mengalami pemotongan 20%. Akibatnya, kuota haji Indonesia hanya 168.800 dalam empat tahun terakhir. Kini, dengan adanya tambahan sebesar 42.200, kuota haji Indonesia kembali normal menjadi 211.000.

“Dari proses pembahasan tindak lanjut tersebut, pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017,” kata Presiden RI Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Negara, Rabu (11/1).

Presiden menjelaskan, kuota haji Indonesia bertambah hingga 52.200 orang. Angka itu terdiri dari 42.200 kuota yang menandai kembali normalnya kuota Indonesia. Sementara 10.000 kuota lainnya adalah tambahan yang diberikan Pemerintah Saudi kepada Indonesia.

Menurut Presiden, Pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan tambahan kuota haji yang diajukan pemerintah Indonesia. “Selain pengembalian kuota sebesar 211 ribu, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan pemberian tambahan 10 ribu. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017, dari 168.800 menjadi 221 ribu. Indonesia memperoleh kenaikan sebesar 52.200,” ujar Presiden didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno, dan dan Menlu Retno Marsudi.

Pemberian tambahan kuota sebesar 10.000 ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi pada September 2015 silam. Hal tersebut ditambah dengan pembicaraan tindak lanjut oleh Menteri Agama dan Menteri Luar Negeri Indonesia dengan Deputi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman, September 2016 silam saat melakukan pertemuan di Hangzhou, Tiongkok.

Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi. Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi segala upaya pemerintah Arab Saudi yang terus meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji, utamanya bagi jamaah asal Indonesia. (biropers/mkd/aas)