Kuota Internet Gratis, Sekolah Setor Nomor HP Siswa

SERANG – Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di Provinsi Banten akan mendapatkan kuota internet gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Besarannya variatif. Pemberian kuota internet gratis untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang selama ini sudah berlangsung dampak pandemi Covid-19.

Pemberian kuota internet gratis diberikan kepada nomor telepon seluler siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Rencananya kuota internet gratis ini selama empat bulan mulai dari September hingga Desember 2020.

Kemendikbud pun sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik pada 27 Agustus 2020. SE itu sudah dilayangkan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Banten.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten M Yusuf mengatakan, dalam SE Kemendikbud itu  para kepala sekolah di Banten diminta untuk mengisi nomor handphone para siswa sebelum 31 Agustus 2020. “Semua sekolah (SMA/SMK-red) sepertinya sudah  memproses pengiriman nomor handphone melalui sistem dapodik (data pokok pendidikan-red),” ujar Yusuf kepada Radar Banten, kemarin.

Kata Yusuf,  program pemberian kuota internet dilakukan langsung oleh Kemendikbud. “Jadi sepertinya langsung berbentuk pulsa. Bukan uang,” terangnya. Apalagi, lanjut Yusuf, dengan teknologi saat ini pengisian kuota internet dapat dilakukan dengan mudah secara serentak.

Ia mengaku belum menerima laporan dari kepala sekolah terkait jumlah siswa yang tidak mempunyai gadget. Namun, ada beberapa sekolah yang melalui pembiayaan afirmasi  melakukan penyediaan tablet. “Dan itu sudah berjalan. Sekolah yang mengatur, apakah antarpeserta didik yang belum mempunyai gadget itu bergiliran atau seperti apa. Sekolah yang paham,” terang Yusuf. Hanya saja, sekolah yang melakukan hal itu adalah yang memenuhi kriteria afirmasi dari Kemendikbud.

Kata dia, pihaknya juga belum menerima secara lengkap proses pemberian kuota internet. “Mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ada penjelasan atau sosialisasi dari Kemendikbud,” tuturnya.

Terpisah Kepala SMKN 2 Kota Serang Lilik Hidayatulloh mengungkapkan, telah diminta untuk memasukkan pemberian kuota internet kepada peserta didik kepada Simral. Pemberian kuota itu berasal dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) nasional. Besaran per siswa yakni Rp50.500 untuk empat bulan. Dengan begitu per siswa akan mendapat Rp200.200.

Ia mengaku belum mengetahui teknis penyaluran bantuan kuota internet gratis itu. Untuk itu, ia menyiapkan dua opsi. Pertama peserta didik membeli kuota internet sendiri dan kemudian kwitansi pembelian akan diganti berupa uang di sekolah. Kedua, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengisi kuota internet siswa per bulan. (nna/alt)