Kurir Kantor Pos Mogok Dipicu Rencana Penurunan Honor

Puluhan kurir surat melakukan aksi mogok kerja di Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang, Jalan Daan Mogot, Rabu (21/8). Foto: Hairul Alwan/Radar Banten

TANGERANG – Puluhan pengantar surat dan paket (kurir) Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang melakukan aksi mogok kerja, Rabu (21/8). Aksi tersebut dipicu adanya rencana penurunan honor jasa pengiriman surat atau paket barang. Honor jasa antar yang awalnya per pucuk surat dibayar Rp2.200 rencananya menjadi Rp1.550. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan 1 September 2019 mendatang.

Salah satu kurir, Aris (30) mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya kecewa dengan keputusan penurunan honor tersebut. Kekecewaan tersebut ditumpahkan bersama 50 kurir lainnya dengan melakukan aksi mogok kerja. Mereka berkumpul di area lantai satu Kantor Pos Tangerang yang berada di Jalan Daan Mogot. Mereka berkerumun hingga pihak manajemen PT Pos Indonesia Cabang Tangerang menemui para kurir.

Dalam sabulan, Aris mengaku mendapatkan honor sekira Rp2 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk transport Rp30 ribu per hari. ”Penghasilan tidak menentu, tapi kurang lebih Rp2 juta per bulan. Dipotong pajak jadi kami menerimanya Rp1,8 juta. Kalau penurunan ini dilakukan kami enggak sanggup, apalagi Saya sudah berkeluarga,” katanya.

Menurut Aris, adanya penurunan honor jasa antar surat sangat merugikan para kurir. Apalagi pekerjaan antar surat atau paket punya risiko tinggi. Dia juga mengaku tak memiliki jaminan kesehatan. ”Kami antar barang tidak ada jaminan kesehatan, asuransi dan kalau barang hilang kami tanggung jawab sendiri. Intinya kami kerja tidak sesuai dengan bayaran yang kami terima,” ujarnya.

Siang harinya, Aris dan rekan-rekannya ditemui manajemen Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang. Dan sempat dibahas rencana penurunan honor tersebut. Kata dia, pihak manajemen tetap bersikukuh menetapkan tarif Rp1.550 per pucuk surat yang diantar. ”Manajemen tetap mau segitu (Rp1.550-red). Kalau tidak mau, kami diminta mundur. Dan, kami tetap akan mogok kerja,” pungkasnya.

Wakil Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Tangerang Dadang Urdista mengungkapkan, aksi mogok kerja para mitra kurir tidak mengganggu aktivitas pelayanan jasa antar kirim barang di kantornya. ”Mereka mogok, ya. Mereka mengeluh. Tapi, enggak mengganggu pelayanan,” katanya.

Namun, Dadang menepis bila aksi mogok kerja para kurir tersebut dipicu karena kebijakan tentang penurunan honor jasa kirim barang atau surat. ”Mereka para kemitraan ini cuma miss komunikasi saja. Tidak ada masalah yang berarti,” pungkasnya. (one/asp/sub)