Direktur Utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman (batik) bersama karyawan.

SERANG – Pada 2018 lalu, laba PT Jamkrida Banten kembali berhasil mencapai target yang dicanangkan, yakni Rp1,9 miliar. Target tersebut sesuai dengan yang dicanangkan pemegang saham, yakni Pemprov Banten.

Direktur Utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman mengatakan, laba PT Jamkrida Banten terlampaui dengan baik dengan presentase 101 persen. Dengan begini, PT Jamkrida Banten bisa kembali memberikan dividen kepada pemegang saham.
“Labanya sekitar Rp1,926 miliar,” katanya, Kamis (3/1).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan keuangan per November lalu, laba PT Jamkrida Banten mencapai Rp1,8 miliar. Meskipun belum ada laporan keuangan Desember, direksi bisa memperkirakan laba yang didapatkan sesuai yang ditargetkan.
“Kami buat laporan keuangan per November untuk dilaporin ke OJK,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejak empat tahun terakhir, ada sekitar Rp1,7 triliun nilai penjaminan yang diberikan oleh PT Jamkrida Banten. Sementara pada 2018, jasa insentif penjaminan, baik konvensional maupun syariah mencapai Rp60 miliar lebih dengan mayoritas konvensional. “Mayoritas penjaminan konvensional sekitar 70 persen dan 30 persen penjaminan syariah,” jelasnya.

Kata dia, PT Jamkrida Banten seharusnya bisa mendapatkan laba lebih dari Rp1,9 miliar. Namun, harus berbagi dengan mitra yang menjalin kerja sama. Ada beberapa penjaminan yang tidak bisa dilakukan PT Jamkrida Banten sendiri karena terkendala modal yang hanya Rp56 miliar.

“Untuk penjaminan yang besar, tentu tidak bisa dilakukan sendiri sehingga perlu berbagi dengan mitra,” katanya.

Ia berharap, ada penambahan modal dari pemegang saham sehingga penjaminan bisa dilakukan sendiri. Selain itu, adanya penambahan mitra baik konvensional maupun syariah. “Unit syariah juga menjalin kerja sama dengan Bank DKI Jakarta Syariah, sebelumnya dengan Bank bjb Syariah. Mudah-mudahan ada penambahan mitra lainnya,” harapnya.

Pada 2019, PT Jamkrida Banten optimistis bisa mencapai laba sekira Rp2,2 miliar atau mengalami kenaikan sekitar 15-20 persen. “Dengan kerja keras dan prinsip yang kompak, akan tercapai dengan baik hingga akhir 2019,” katanya. (Susi K/dwi)