Labkesda Banten Layani Tes PCR

0
766 views
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Pemeriksaan 45 Sampel Butuh Waktu 6,5 Jam

SERANG – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten mulai hari ini melayani pemeriksaan sampel lendir (swab) pasien terpapar Covid-19. Selama ini, pemeriksaan swab hanya bisa dilakukan di Litbangkes Kemenkes Jakarta.

Kepastian Labkesda Banten melayani pemeriksaan swab disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten dr. Ati Pramudji Hastuti akhir pekan kemarin. Menurutnya, berdasarkan SK Kemenkes Tentang Laboratorium Rujukan Covid-19, Labkesda Provinsi Banten, mulai 11 Mei 2020 memberikan pelayanan Lab PCR Covid-19.

“Dengan melakukan pemeriksaan swab pasien Covid-19, Labkesda Banten dalam sehari minimal bisa memeriksa 45 sampel swab pasien Covid-19 di Banten,” kata Ati kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Ati yang juga menjadi juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Labkesda membutuhkan waktu sekira 6,5 jam untuk bisa mendapatkan hasil pemeriksaan 45 sampel swab.

Swab yang diperiksa sampai hasil keluar dan dibaca membutuhkan waktu lebih dari enam jam. Sebab tes PCR dilakukan bertahap, mulai dari extraksi, mixing hingga pembacaan PCR,” ungkapnya.

Ia menuturkan, Provinsi Banten termasuk daerah yang mendapatkan bantuan reagen PCR dari pemerintah pusat. “Alhamdulillah Banten telah mendapat bantuan 10 ribu reagen PCR dan dua ribu reagen RNA akhir April lalu dari pemerintah pusat, sehingga bisa melakukan pemeriksaan swab di daerah,” tutur Ati.

Selain Labkesda Banten, kata Ati, yang bisa melayani pemeriksaan swab di Banten adalah Lab RSUD Kabupaten Tangerang. “Banten punya dua lab rujukan Covid-19, yaitu Labkesda Banten di Kota Serang milik Pemprov dan lab RSUD Kabupaten Tangerang milik Pemkab Tangerang,” ungkapnya.

Ati mengaku optimis, dengan beroperasinya Labkesda Banten sebagai lab rujukan Covid-19, Pemprov Banten bisa lebih cepat memastikan jumlah warga yang positif terpapar Covid-19.

“Dengan data yang lebih pasti, maka langkah pencegahan penyebaran virus covid-19 di Banten dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ungkapnya.

Selama ini, Pemprov Banten harus menunggu hasil pemeriksaan swab di Litbangkes Kemenkes, sehingga harus menunggu lebih dari satu minggu untuk mendapatkan hasilnya.

“Kami juga melakukan rapid test massal, namun hasil tes cepat akurasinya tidak sebaik tes PCR,” tegasnya.

Selama dua pekan, lanjut Ati, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan agar Labkesda bisa melakukan pemeriksaan swab pasien Covid-19. “Alhamdulillah persiapannya sudah 100 persen, besok (hari ini) Labkesda Banten sudah siap melaksanakan tugasnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Surya mengungkapkan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten telah mengambil bantuan 10 ribu reagen PCR dari pemerintah pusat yang disimpan di gudang sentra Bandar Udara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (25/4) malam.

“Reagen PCR ini didatangkan Pemerintah Indonesia dari Korsel dan Tiongkok. Kami terdiri dari tim Dinkes Banten, BPBD Banten, TNI/Polri langsung melakukan penjemputan bantuan di Gudang Rawa Bokor Bandara Soekarno-Hatta, begitu barang tiba,” kata Nana.

Reagen PCR yang selama ini dibutuhkan daerah, kata Nana, selanjutnya dibawa ke Kota Serang, untuk disimpan di Labkesda Banten. “Reagen PCR ini akan segera digunakan, teknisnya oleh Dinkes Banten,” ujarnya. (den/nda)