Lagi Asyik Berduaan di Kamar, Pintu Digedor Lalu Diangkut, Ah…

0
1.626 views
RAZIA: Warga yang terjaring razia yustisi turun dari atas mobil di kantor Kecamatan Cilegon, Kamis (13/7). FOTO: DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA

CILEGON – Tidak tanggung-tanggung petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Narkotika Nasional (BNN), POM AL, POM AD, Kodim 0623/Cilegon, dan Polres Cilegon kembali merazia kontrakan di Kecamatan Cilegon untuk mengantisipasi lonjakan penduduk yang terjadi setelah Lebaran Idul Fitri.

Seperti sebelumnya petugas masih menemukan puluhan warga yang didapati belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Cilegon serta tidak memiliki surat domisili. Dan yang tidak kalah ironis, petugas juga kembali menemukan tiga pasangan mesum yang sedang asyik berduaan di kamar kosan.

Informasinya, razia dilakukan di Kelurahan Bendungan, Ketileng, dan Ciwaduk. Razia itu juga dilakukan untuk menyisir kosan yang diduga dihuni oleh para pekerja hiburan malam di Kota Cilegon. Satu per satu penghuni kosan diminta menunjukkan identitas diri, petugas BNN Cilegon juga melakukan tes urine saat razia berlangsung.

Tak sedikit pintu kosan tidak dibuka lantaran penghuni kosan tidak ada, petugas juga menemukan tiga pasangan bukan suami istri berada di dalam kamar kosan dengan pintu terkunci. Dalam razia itu petugas juga mengamankan 60 penghuni kosan yang tidak memiliki identitas Cilegon.

Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Undang-Undang Satpol PP Cilegon Chairul Hasan mengatakan, penghuni kosan di Kecamatan Cilegon yang terjaring terbilang lebih sedikit dibanding Kecamatan Jombang dan Cibeber yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Tadi yang terjaring razia ada 66 orang yang tidak memiliki identitas, jumlah itu termasuk enam orang remaja kisaran umurnya 17-19 tahun yang kami temui berduan di kamar. Untuk tes urine BNN kemarin tidak ada yang positif,” katanya, Kamis (13/7).

Lebih lanjut, Chairul menyebutkan penghuni kosan yang terjaring selanjutnya dibawa ke Kecamatan Cilegon untuk dilakukan pembinaan. “Jadi mereka didata dan diminta untuk membuat surat domisili. Ini dilakukan karena setelah Lebaran banyak warga luar yang ke Cilegon, kami mengantisipasi khawatir ada yang menjadi pengedar narkoba atau profesi lain yang membahayakan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Narkoba BNN Cilegon dr Sri Ekawati mengungkapkan, pihaknya telah melakukan tes urine terhadap 40 penghuni kosan di Kecamatan Cilegon. Dari hasil pemeriksaan tidak ada satupun penghuni kosan yang dinyatakan positif narkoba. “Kami memeriksa penghuni kosan yang bekerja di hiburan malam, kalau ibu rumah tangga tidak kami tes,” ungkapnya.

Eka mengungkapkan, Kecamatan Cilegon merupakan wilayah yang terbilang rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, tidak ditemukan penghuni kosan yang positif narkoba lantaran banyak kamar kosan yang kosong. “Tapi kalau razia ini dibilang bocor sepertinya tidak,” pungkasnya. (Alwan/RBG)