Lagi Mandi, Mahasiswi UIN Banten Diintip Pemilik Kosan Melalui CCTV

0
8.413 views

SERANG – 13 mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten berbondong-bondong membuat laporan ke Mapolres Serang Kota. Laporan tersebut dibuat setelah para mahasiswi tersebut mengetahui A, pemilik kos memasang CCTV di kamar mandi kosan tersebut.

ES, salah satu korban menuturkan, tindakan bejat pria beranak dua tersebut terbongkar setelah salah satu dari penghuni kosan di bilangan Palima perbatasan dengan Kecamatan Pabuaran, Kota Serang tersebut melihat benda menyerupai jam tangan di pelapon kamar mandi kosan.

Ketika diperiksa, rupanya, benda yang menyerupai jam tangan tersebut adalah kamera pengintai atau CCTV. “Ditanya ngakunya sensor mobil,” ujar ES, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan adanya laporan tersebut. Namun dari catatan polisi yang membuat laporan hanya enam orang perempuan yang diketahui sebagai mahasiswi.

“Benar, korban pelaku sudah dimintai keterangan, dan pelaku pun sudah mengakui perbuatannya tersebut,” ujar Komarudin kepada awak media di Mapolres Serang Kota malam ini.

Menurut Komarudin, sebelum melakukan laporan ke Polres Serang Kota, korban telah membuat laporan ke Polsek Pabuaran pada Kamis (27/7), malam. Pihak kepolisian pun bersama tokoh setempat telah menindaklanjuti laporan tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, CCTV yang dipasang pelaku tersambung ke sebuah monitor yang disimpan di kios aksesoris mobil milik pelaku yang berada berdekatan dengan kamar mandi kos-kosan.

“Kalau kita lihat sepertinya CCTV itu tidak bisa merekam hanya sifatnya live saja, kan gak semua CCTV bisa merekam, ada juga yang hanya memantau langsung,” ujarnya.

“Mungkin, karena kamar mandinya deket, pas denger ada suara air orang mandi, dia langsung nyalahin monitor, karena dari keterangan pelaku perbuatannya itu hanya iseng saja,” tambah Komarudin.

Polisi memperkirakan pelaku sudah melakukan hal tersebut lebih dari satu tahun, itu mengacu pada kondisi kabel yang tersambung dari CCTV ke monitor.

Meski pelaku sudah diamankan, polisi belum menetapkan pelaku sebagai tersangka karena mengalami kesulitan dari barang bukti. Monitor yang digunakan langsung dihancurkan pelaku setelah perbuatannya terbongkar.

Namun, lanjut Komarudin, kepolisian akan terus menindaklanjuti kasus tersebut dengan mengambil keterangan dan mencari barang bukti berupa rekaman dan konsultasi dengan pihak kejaksaan. Itu dilakukan sebagai pembelajaran dan untuk memberikam efek jera. “Kita lihat dulu pasal apa yang bisa disangkakan pada pelaku,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, Komarudin mengimbau agar masyarakat, dalam hal ini penghuni kos untuk hati-hati dalam memilih tempat kos atau kontrakan. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)