Lagi, Miras Oplosan di Cilegon Digerebek

Polisi menggerebek miras di gudang milik sebuah restoran di Kota Cilegon, kemarin. Saat ini Polres Cilegon rajin menggelar razia miras.

SERANG – Penggerebekan terhadap minuman keras (miras) oplosan terus dilakukan di Kota Cilegon. Kali ini yang digerebek sebuah kos di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon oleh Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten, Senin (17/4) malam. Ratusan botol miras impor palsu hasil oplosan berhasil diamankan.

Penggerebekan miras oplosan itu dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Supangkat. Polisi turut mengamankan dua orang yang diduga menjual miras oplosan tersebut. “Ada dua orang yang diamankan. Keduanya pengangguran yang sudah setahun menjual miras,” kata Direktur Resnarkoba Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Yohanes Hernowo, Selasa (17/4).

Terungkapnya miras impor palsu itu setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait peredaran miras. “Termasuk kategori oplosan (miras yang diamankan-red) karena bukan buatan pabrik,” kata Yohanes.

Miras oplosan itu berlabel Chivas Regal, Jack Daniels, Black Label, dan merek lainnya. Ratusan botol miras itu dipasok oleh seseorang di Jakarta. “Beli dari Jakarta, tapi belum sempat diedarkan,” ujar Yohanes.

Saat diinterograsi, kedua pelaku mengaku melakukan transaksi miras melalui sambungan ponsel. “Pesan melalui HP (pembeli-red), mereka jual Rp100 ribu, keuntungan Rp30 ribu (per botol-red),” jelas Yohanes.

Namun, polisi belum menetapkan dua orang penjual miras itu sebagai tersangka. Polisi masih mendalami kasus peredaran miras. “Masih didalami dulu. Tidak ditahan. Kecuali mengakibatkan orang yang meninggal sumbernya dari dia (penahanan-red),” kata Yohanes.

Sementara itu, polisi juga menggerebek gudang miras milik Bintang Swalayan. Polres Cilegon mengamankan 596 botol berbagai jenis merek. Lokasi penggerebekan di gudang Bintang Adi Prestasi (BAP), Jalan Simpang Tiga Nomor 9, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Senin (16/4) sekira pukul 17.30 WIB.

Tidak ada perlawanan dalam penggerebekan tersebut dari pemilik gudang maupun penanggung jawab gudang. Pada hari yang sama sekira pukul 15.30 WIB, polisi juga menggerebek Hotel Merpati di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, dan mengamankan 1.072 botol miras berbagai jenis.

Semua barang bukti hasil pengerebekan dibawa ke Mapolres Cilegon. Polisi juga mengamakan 13 jeriken dan satu ember tuak di Lingkungan Priuk samping Ramayana Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.

Humas Polres Cilegon Ipda Sigit Darmawan mengatakan, penggerebakan gudang miras merupakan hasil pengembangan dari penggerebakan tiga gudang di Bintang Swalayan pada Minggu (15/4).

Sigit mengungkapkan, penggerebakan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa masih terdapat gudang yang dijadikan tempat penyimpanan minuman haram tersebut. “Kita awalnya dapat informasi dari masyarakat kalau gudang ini juga dijadikan tempat penyimpanan miras. Makanya, langsung kita gerebek. Pemilik Bintang Swalayan dalam proses pemeriksaan oleh tim kami,” ujarnya.

Kabag Ops Kompol M Sujatna mengatakan, dalam kurun waktu sepekan mulai 11-17 April, pihaknya mengamankan 11.161 botol miras bermerek, miras oplosan 143 botol dengan total 93 liter plus sembilan plastik. Selain itu, diamankan pula miras tradisional 17 jeriken plus sepuluh plastik dan satu ember. “Ini pengamanan miras di wilayah hukum Cilegon termasuk polsek,” katanya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, terus melakukan pengembangan terkait miras yang beredar di Cilegon. “Pemiliknya kami lakukan pemeriksaan lusa sebanyak dua orang, kemarin dua orang, tadi (kemarin-red) satu orang itu pun ibu-ibu yang menjual miras jenis tuak,” katanya.

Pihaknya akan mengenakan pidana ringan kepada pelaku, lantaran memang sudah jelas melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2001 tentang Peredaran Miras. “Kami akan kenakan tipiring (tindak pidana ringan) kepada pengedar terutamanya. Kami juga terus melakukan penggagalan supaya miras minim di Cilegon,” tandasnya. (Merwanda-Adi/RBG)