Lagi, Perbaikan JLS Cilegon Molor

CILEGON – Perbaikan tahap kedua Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Lingkungan Temiang, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, kembali molor. Rencananya, perbaikan yang menjadi tanggung jawab industri itu mulai dilaksanakan pada 1 Agustus 2018. Akibat sejumlah alasan, jadwal perbaikan jalan itu harus kembali diundur.

Dengan begitu, jadwal perbaikan jalan yang berada tepat di atas Kali Temiang itu harus mundur untuk kali ketiga. Pertama, jadwal ditargetkan satu pekan setelah Idul Fitri. Kemudian kembali diundur pertengah Juli lalu. Setelah kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan industri, jadwal kembali diundur dan rencananya pada 1 Agustus kemarin.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon M Ridwan menjelaskan, kemungkinan besar perbaikan JLS tidak bisa dimulai kemarin karena ada sejumlah dokumen yang perlu diselesaikan sebelum perbaikan dengan cara pengecoran  dimulai.

Dokumen yang dimaksud Ridwan berkaitan dengan laporan perbaikan tahap pertama sebelum Idul Fitri lalu oleh pihak ketiga dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Cilegon.

“Perbaikan yang kita lakukan sementara untuk mengejar Lebaran kemarin itu harus dilaporkan dulu oleh pihak ketiga. Kita minta laporan yang telah dikerjakan pihak ketiga yang kemarin. Harus ada pemeriksaan hasil dan sebagainya,” ujar Ridwan, Rabu (1/8).

Menurutnya, perlu ada dokumen-dokumen yang menyatakan hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pihak swasta, dalam hal ini industri-industri di Kota Cilegon. Menurutnya, dokumen-dokumen laporan dan pemisahan tugas itu perlu dilakukan untuk memudahkan laporan pemerintah daerah.

Dijelaskan Ridwan, saat ini pihak ketiga yang mengerjakan perbaikan tahap awal yang lalu masih dalam persiapan laporan. Sebelum laporan itu selesai, perbaikan JLS tahap kedua belum bisa dilakukan oleh pihak industri. “Perlu dikoordinasikan lagi, nanti dalam waktu dekat kita juga akan melakukan pertemuan lagi dengan pihak swasta,” kata Ridwan.

Kata Ridwan, kemungkinan kesepakatan antara Pemkot Cilegon dan industri terkait jadwal perbaikan pada 1 Agustus tidak bisa terealisasi. Namun, Ridwan berharap perbaikan bisa dimulai Agustus ini. “Kemungkinan di pertengahan atau menjelang akhir. Justru lebih lama lebih matang persiapannya,” tutur Ridwan.

Adapun kondisi jalan saat ini yang terdiri atas tanah dan kerikil tidak berpengaruh terhadap aktivitas lalu lintas di sepanjang JLS. Lalu lintas masih berjalan normal.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi enggan berkomentar soal perkembangan rencana perbaikan jalur yang sempat terputus akibat banjir besar itu. Edi mengaku menyerahkan persoalan itu kepada Dinas PUTR Kota Cilegon.

Terkait potensi kembali mundurnya jadwal perbaikan, Edi menganggap tidak masalah. Menurutnya, selama mundur tidak terlalu lama ia tidak mempersoalkan hal tersebut. “Sudah ya, ke Dinas PU saja,” kata Edi.

Koordinator Industri untuk perbaikan JLS Malim Hander Joni mengungkapkan, pembangunan tahap kedua belum bisa dimulai pada 1 Agustus karena masih ada sejumlah persiapan. Kapan perbaikan itu dimulai, Joni mengaku, harus berkoordinasi dengan bagian yang melihat secara detail kondisi tanah jalan itu. “Mereka masih ke lapangan, kita berharap secepatnya,” ujar Joni, kemarin.

Menurut Joni, sudah melakukan pembahasan dengan perusahaan yang mengerjakan perbaikan tahap awal dan Dinas PUTR. Rencananya, perbaikan tahap kedua ini dilakukan oleh perusahaan yang mengerjakan perbaikan tahap awal. Itu dilakukan agar berkesinambungan.

Soal perbaikan, menurutnya, akan dilakukan pada jalur dari Anyar menuju pintu Tol Cilegon Barat. Perbaikan difokuskan pada perbaikan jalan terlebih dahulu. “Baru kita bangun sebelah kiri (dari arah pintu Tol Cilegon Barat), bersamaan realisasi bantuan-bantuan lain. Kalau dananya mencukupi kita bangun. Tapi kalau belum kita menunggu bantuan-bantuan dari yang lain,” ujarnya.

Soal kesiapan dana, menurut Joni, baru terkumpul Rp755 juta. Sebagian besar perusahaan ingin berkontribusi dalam bentuk material. “Kita tidak masalah karena estimasi kebutuhan material juga kan cukup besar,” tutur Joni. (Bayu M/RBG)