Lagi, Satu Warga Kota Serang Positif Covid-19

0
631 views
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Tertular Rekan Kerja

SERANG – Sempat landai, kurva temuan kasus Covid-19 di Kota Serang kembali naik. Jumat (15/5), satu orang terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien positif itu kini menjadi delapan orang.

Pasien 08 ini beralamat di Ciracas, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang. Diduga ia tertular dari rekan kerjanya di salah satu pabrik di Kota Cilegon. Pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) itu dirawat di Wisma Atlet Jakarta.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, hingga Minggu (17/5), pukul 17.00 WIB, ada delapan pasien positif di Kota Serang.

Empat pasien dalam perawatan, tiga pasien sembuh, dan satu meninggal dunia.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 26 pasien. 10 pasien dalam proses pengawasan dan 16 dinyatakan sembuh dari pengawasan. Lalu, orang dalam pengawasan (ODP) berjumlah 322 orang. 11 orang masih dalam pemantauan dan 311 orang selesai dari pemantauan.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas, mengatakan pasien 08 berumur 37 tahun dengan inisial K.

Pasien ini bekerja sebagai salah satu pegawai pabrik di Cilegon. “K bekerja di Cilegon, diduga terpapar dari rekan kerja yang juga terkonfirmasi positif di Cilegon,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (17/5).

Kata Hari, pasien 08 telah melakukan tes swab di RSKM pada 13 Mei lalu. Pada 15 Mei, hasil swab keluar dari Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. “Sesuai permintaan dari perusahaan, K diminta untuk dikirim ke Wisma Atlet di Jakarta,” terangnya.

Hari mengungkapkan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat ini tengah melakukan tracking perjalanan yang bersangkutan. Sedangkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapid test pada keluarga inti. “Mengenai status keluarga yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, M Ikbal mengaku upaya antisipasi sebaran Covid-19 telah dilakukan mulai dari pembuatan check poin, anjuran jaga jarak, hingga penggunaan masker ketika keluar rumah. “Memang sekarang ini, ada fenomena menarik, masyarakat sebenarnya sudah lupa kalau sekarang pandemi, kalau masyarakat tidak memiliki rasa tanggungjawab bersama, maka memutus mata rantai penyebaran akan sulit,” katanya. (fdr/nda)