Lahan Kosong Terus Ditata

0
2562

Sementara itu, sang peraih juara kategori kampung pemula, RW 01, Kampung Bangkong, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, warganya tak berhenti gotong-royong membuat penataan-penataan baru meski gelar juara sudah di tangan.

Mengingat, di lingkungan yang terdiri dari tiga RT ini yakni RT 01 02 dan 012, masih banyak lahan kosong yang belum tersentuh penataan karena lumayan luas. Hal itu menjadi tantangan baru bagi warga untuk terus memperluas penataan.

Ketika Radar Banten mengunjungi kampung ini, Kamis (24/12) sore, puluhan warga sudah menunggu. Mereka tak berkerumun, tapi menyebar ke segala sudut penataan, anak-anak di taman bermain, ibu-ibu di taman tempat senanm, pemuda sibuk membersihkan jalan, sedangkan bapak-bapak menyambut di dekat pos ronda.

Di lingkungan tiga RT itu punya penataan maksimal. Seperti di RT 01 memiliki Taman Olahraga, Bank Sampah, Taman Bermain Anak, Apotek Hidup, Spot foto dengan latar spanduk LKBA, serta tanaman bunga. Berbeda dengan RT 02 yang lebih didominasi oleh pemagaran bambu, kemudian Taman Baca, Taman Bermain Anak, dan apotek hidup.

Kepala Desa Sukarame Yaya Sunarya mengatakan, sekarang warga RW 01 sudah bisa secara mandiri merawat lingkungannya. Seerti pengelolaan bank sampah yang awalnya pembiayaan masih disuport Kades, tapi sekarang sudah mulai bisa diatasi oleh warga. “Sampah plastik dipilah, dijual ke pengepul. Uangnya digunakan untuk kas dan upah si pengolah sampah,” ungkapnya.

Yaya tidak menyangka RW 01 dapat juara umum, padahal awalnya progres penataan di RW ini telat dibanding RW lainnya, apalagi warga juga baru pertama mengikuti lomba, belum tahu secara jelas kriteria penilaian lomba. “Tapi alhamdulillah bisa dapet banyak kategori juara dan jadi juara umun,” ungkapnya.

Untuk LKBA tahun depan, Yaya berencana, selain mengimbau warga untuk  menjaga dan merawat hasil kreativitas penataan, ia juga bakal meminta warga untuk pengelolaan sampah dengan cara mendaur ulang dari sampah plastik, menjadi tas atau tikar,ada pula budidaya ikan dan tanaman hidroponik. “Targetnya mengaktifkan pemberdayaan ibu-ibu mengolah sampah bekas agar bernilai ekonomi,” pungkasnya.

Ketua RW 01 Sukardi menambahkan, warga sangat antusias pada LKBA, rencananya, warga juga bakal membuat taman yang lebih banyak. Tujuannya agar tak ada lagi tempat kumuh yang bisa berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan. “Jadi kalau ada lahan kosong, mendingan disulap jadi taman, biar enggak jadi tempat sampah,” ujarnya. (mg06)