LEBAK – Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi berkomitmen melindungi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Lebak. Lahan produktif tidak boleh dialihfungsikan menjadi perumahan atau pabrik. Kecuali digunakan untuk hal-hal yang strategis, seperti pembangunan jalan tol.

“Kita sudah petakan lahan-lahan yang produktif di Lebak. Lahan produktif tidak boleh digunakan untuk perumahan, kecuali untuk kepentingan strategis seperti jalan tol. Untuk perumahan silahkan dibangun di lahan yang tidak produktif,” kata Ade Sumardi kepada Radar Banten di Gapoktan Suka Bungah, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kamis (14/2).

Menurutnya, lahan pertanian di Lebak tidak luas. Satu orang warga Lebak hanya memiliki setengah hektare lahan pertanian. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pihaknya meminta kepada petani berinovasi dalam mengolah lahan pertanian. Misalnya, dengan menggunakan teknologi pertanian dan pupuk yang tepat dalam bercocok tanam. Dengan harapan, hasilnya bisa memuaskan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriyatna mengatakan, Lebak merupakan lumbung pangan di Banten dan pemasok bagi DKI Jakarta. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan produksi gabah petani mencapai 630 ribu ton. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 625 ribu ton.

“Lebak merupakan lumbung pangan di Provinsi Banten dan pemasok bagi DKI Jakarta,” ungkapnya.(Mastur/Aas)