Laksanakan Promosi Bimtek Cagar Budaya Kota Cilegon

0
317 views
Rumah Ibu Nurhayati, Bangunan Cagar Budaya Di Wilayah Pakuncen dan Jl. K.H Undulusi

Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda Cagar Budaya, bangunan cagar budaya, struktur Cagar Budaya, Situs Bagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya, karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Rumah Ibu Tuasmah, Bangunan Cagar Budaya Di Wilayah Pakuncen dan Jl. KH. Undulusi

Dalam Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dan Peraturan Walikota Cilegon Nomor 33 Tahun 2016 Tentang Pengeloaan, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya dengan tegas menyatakan bahwa, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Cagar Budaya harus lebih ditingkatkan.

Rumah K.H. Undulusi, Bangunan Cagar Budaya Di Wilayah Pakuncen dan Jl. K.H Undulusi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon Mahmudin menjelaskan, Kota Cilegon memiliki 29 cagar budaya. “Cilegon memiliki 29 Cagar Budaya, namun yang telah dilakukan kajian secara ilmiah oleh tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Prov Banten sebanyak 10 Cagar Budaya, dan dikerucutkan kembali menjadi 5 Cagar Budaya yang penilaiannya dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Prov Banten, dan dalam proses ditetapkan oleh SK Walikota Cilegon” jelasnya.

5 Cagar Budaya Kota Cilegon yang ditetapkan antara lain, dalam bentuk bangunan, Rumah Nurhayati, Rumah Tuasmah, Rumah H. Undulusi, dalam bentuk struktur, Stasiun Kereta Api Cigading. Stasiun Kereta Api Kerenceng.

Stasiun Kereta Api Cigading, Struktur Cagar Budaya

Pengelolaan Cagar Budaya tidak lagi hanya ditujukan untuk kepentingan akademik semata, tetapi harus meliputi kepentingan ideologi dan juga ekonomi. Oleh karena itu, untuk mencapai ketiga kepentingan tersebut, diperlukan sinergitas antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan juga sektor swasta.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Tini Suswatini mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Cagar Budaya yang dilaksanakan oleh Disparbud, merupakan upaya untuk melindungi Cagar Budaya dari perusakan baik oleh faktor alam ataupun human error.

“Promosi Bimtek yang dilaksanakan oleh Disparbud melalui surat kabar dan media online, bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya Cagar Budaya yang ada di Kota Cilegon,” katanya.

Stasiun Kereta Api Kerenceng, Struktur Cagar Budaya

Ia berharap, masyarakat berperan aktif melindungi Cagar Budaya yang ada di Kota Cilegon. “Cagar Budaya di Kota Cilegon memang tidak banyak, namun apabila masyarakat dan pemangku kepentingan terkait berperan aktif dalam upaya melindungi, bukan tidak mungkin kedepan Kota Cilegon akan banyak mendatangkan wisatawan, atau untuk keperluan penelitian dan pendidikan lebih lanjut, sehingga memiliki makna lebih. Selanjutnya kami juga berharap dimasa mendatang, kiranya dapat memberikan perhatian dan penghargaan untuk juru pelihara sesuai peraturan Walikota nomor 33 tahun 2016, serta bimtek di tahun depan bisa terlaksana,” harapnya. (*)