Foto dari Liputan6.com

Titi Wati, wanita asal Palangkaraya viral beberapa waktu ini karena memiliki bobot berkisar 300 kilogram. Titi terbiasa ngemil. Akhirnya perempuan 37 tahun ini melakukan operasi lambung yakni dokter bedah digestif untuk mengatasi kelebihan berat badan atau obesitas.

Karena berat badan yang over ini, untuk duduk pun Titi susah, apalagi berdiri. Bahkan saat terbaring, posisi yang enak bagi Titi hanya tengkurap. Jika dalam posisi terlentang, ia merasa sesak. Makan, minum, mandi dan lain sebagainya disiapkan oleh anak gadis Titi yang tinggal di sebuah rumah kontrakan, Jalan G Obos XXV, Gang Bima, Kota Palangkaraya.

Obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit kronis. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, orang yang gemuk berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, penyakit kantung empedu, kanker, hingga kelainan reproduktif (gangguan hormon, PCOS, infertilitas). Salah satu upaya dalam mengatasi obesitas adalah pengaturan makan yang sehat. Obesitas sudah dianggap sebagai penyakit oleh berbagai lembaga kesehatan dunia.

Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur Indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP), tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold, sampai kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA). Dari berbagai cara tersebut, mengukur indeks massa tubuh adalah cara yang paling sering digunakan karena cukup mudah untuk dilakukan.

Memilah Karbohidrat

Agar terhindar obesitas, bagi Anda yang engan diet, bisa memilah karbohidrat yang akan dikonsumsi. Untuk asupan karbohidrat, pilihlah bahan makanan yan g mengandung karbohidrat kompleks yang penuh serat seperti oats, pasta dari gandum, nasi merah, quinoa, roti gandum dan kentang. Hindari pemilihan jenis karbohidrat yang mengandung gula sederhana.

Mengontrol Lemak

Hindari makanan yang digoreng, karena mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi yang bisa menambahkan timbunan lemak tubuh. Mengatasi obesitas dengan diet bukan berarti makan jadi hanya sekali dalam sehari atau bahkan tidak makan seharian. Tentu tubuh tetap butuh makan untuk menghasilkan energi.

Pengaturan Aktivitas

Selain pengaturan makan, program penurunan berat badan terdiri dari pengaturan aktivitas fisik juga. Pilihlah jenis olahraga yang dijalani dengan kombinasi olahraga aerobik dan olahraga yang melatih kekuatan otot.

Dalam kasus tertentu diperlukan obat atau operasi untuk mengatasi kegemukan. Meski begitu tidak semua kasus obesitas akan langsung diberikan intervensi dengan kedua pilihan ini. Hal ini disesuaikan dengan kondisi keparahan obesitas serta komplikasi yang muncul akibat kondisi obesitas ini.

Tetap
Aktif

Kegiatan sederhana seperti naik turun tangga alih-alih lift atau berjalan ke toko dapat sangat membantu.

Anda bisa pergi jalan-jalan, berlari, berenang atau
bersepeda, bahkan latihan di rumah, seperti yoga. Anda bisa membeli treadmill
untuk berolahraga di rumah.

Timbang Berat Badan

Penting untuk menimbang berat badan sekali seminggu untuk memastikan berat badan Anda sehat.

Jika Anda memperhatikan bahwa Anda mulai menambah berat
badan, sekarang adalah saat yang tepat untuk menurunkannya.

Air Putih

Delapan gelas air putih sehari adalah ukuran ideal. Air itu penting untuk detoksifikasi kotoran di tubuh kita.

Akan lebih baik jika itu air putih, bukan jus atau yang
mengandung gula dan perasa lainnya.

Medical Chek-Up

Dokter menyarankan orang dewasa untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali guna mencegah. Dengan mendeteksi komplikasi sejak dini, dokter Anda dapat dengan cepat mengobatinya sebelum menjadi serius.

Junk Food

Hindari junk food untuk hidup sehat dan menimbun lemak pada tubuh. Meskipun lezat, pintar-pintarlah untuk menolak godaan ini. Jika tidak mau berat tubuh semakin membengkak. (Hilal Ahmad)