Lakukan Simulasi Bencana sampai Tingkat Keluarga


PANDEGLANG – Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengajak semua warga mahami pentingnya melakukan latihan kebencanaan secara rutin, mengingat kawasan pantai selatan Banten rawan gempa dan berpotensi tsunami.

“Latihan dan simulasi kebencanaan harus sampai menyentuh tingkat paling bawah, yaitu tingkat keluarga. Termasuk juga kepada anak anak sekolah sekolah,” kata Doni saat meninjau lokasi dampak gempa di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/8).

Turut mendampingi kunjungan ini Bupati Pandeglang Irna Narulita, Sestama BNPB Harmensyah, Deputy RR BNPB Rifai, Deputy Logistik BNPB Prasinta, Deputy Strategi Wisnu B Widjaja, Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno, dan Staf Khusus Kepala BNPB Egy Massadiah.

Menurut Doni, latihan ini diinisiasi pemda setempat dan harus menjadi kewajiban rutin. Bagaimana pun gempa dan tsunami adalah peristiwa berulang yang sewaktu waktu dapat muncul kapan saja, meski tak ada yang bisa memprediksi kapan datangnya.

“Oleh karenanya diperlukan kesiap siagaan, tidak hanya dalam teori namun juga dalam praktik,” ujar mantan Danyon 11 Grup 1 Kopassus Serang itu dikutip dari BNPB.

Untuk itu pada 12 – 14 Agustus mendatang akan diselenggarakan Ekspedisi Destana (Desa Tangguh Bencana) oleh BNPB sepanjang pantai selatan Jawa yang melintasi kawasan Pandeglang, Serang, dan Cilegon.

Doni mengajak semua unsur masyarakat berpartisipasi melakukan simulasi dan latihan. Pada saat ekspedisi melintas nanti dibuatkan skenario seakan akan terjadi gempa berpotensi tsunami.

Mengakhiri kunjungannya, Doni menyempatkan mampir ke hunian sementara korban gempa Desember 2018 di Desa Citanggok, Kecamatan Labuan. Doni duduk lesehan sambil berdialog bersama para warga membahas cara cara menyelamatkan diri jika terjadi gempa atau pun tsunami. Jumlah warga yang masih berada di huntara berkisar 130 KK. (aas)