Lampu Totok Jatuh, Rumah Warga Panacaran Pandeglang Terbakar

0
215 views
Rumah warga Kampung Tanjung RT/RW 02/08 Desa Panancaran, Kecamatan Munjul terbakar, Minggu (4/8) pukul 21.30 WIB. Foto BPBD For Radar Banten

PANDEGLANG – Nasib nahas dialami Saleh (75) dan Warsa (40) warga Kampung Tanjung RT/RW 02/08 Desa Panacaran, Kecamatan Munjul. Rumah yang ditinggali keduanya terbakar, Minggu (4/8) sekira pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp70 juta rupiah.

Kepala Desa (Kades) Panacaran, Kecamatan Munjul Bisri membenarkan adanya musibah tersebut. Kata dia, kebakaran di wilayahnya terjadi akibat lampu totok. “Bapak Saleh sendiri sudah pikun. Jadi setelah makan malam sendirian karena istrinya sedang menginap di rumah anaknya. Setelah makan, Abah Saleh tidak sengaja menendang lampu totok di atas lantai bambu. Lampu itu kemudian membakar lantai bambu sampai api besar,” katanya, Senin (5/8).

Pada saat kejadian, lanjutnya, pemilik rumah tidak menyadari tempat tinggalnya terbakar dengan kondisi api sudah membesar. “Beruntung, ada tetangga yang mengetahui dan menolong Abah Saleh. Setelah sadar kebakaran, Abah Saleh tetap memaksa ingin masuk kembali ke rumah yang sudah terbakar untuk menyelamatkan sarung dan baju koko miliknya,” katanya.

Api yang membakar rumah Saleh itu, lanjutnya, kemudian membakar rumah Warsa yang jarak rumahnya berdekatan. “Karena rumah itu ditinggal pemilik rumah, dan kondisi rumah terkunci, kita tidak bisa berbuat banyak. Api pun membakar rumah dan dua sepeda motor di dalamnya,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengaku akan segera memberikan bantuan logistik kepada korban kebakaran. “Kita sudah terima laporannya dan secepatnya kita berikan bantuan berupa makanan cepat saji, selimut, pakaian layak pakai, dan bantuan lainnya. Mengenai bantuan pembangunan rumah, akan kita sampaikan kepada instansi terkait, karena kami hanya bisa memberikan bantuan logistik saja,” katanya. (dib/zis)