MERAK – Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Judijanto mengaku telah mengamankan kapal tug boat ‘IBC Palu’ dan tongkang ‘Indo Mandiri’ bermuatan batu kapur di perairan Banten, Sabtu (17/1/2015) lalu. Setelah melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap kru kapal selama dua hari ini, pihaknya menduga bahwa kapal asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dengan tujuan PT Krakatau Posco Chemtech Calcination (KPCC) itu tidak mengantongi surat yang sah terhadap muatan kapal. “Awal mula penangkapan adalah dari informasi tim intelejen kami. Investigasi awal kami, surat-surat kapal itu lengkap, namun surat untuk muatan kapal diduga tidak lengkap,” ujarnya saat menggelar jumpa pers, Selasa (20/1/2015).

Tongkang bermuatan batu kapur seberat 7.500 ton itu disuplai oleh PT Wahyu Manunggal Jaya Rembang dan tidak dilengkapi dengan sejumlah berkas, seperti surat keterangan sumber tambang, sertifikat Clean and Clear yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Pengangkutan dan Penjualan, dan sejumlah dokumen pendukung lainnya. “Kita sudah memanggil pemilik barang yaitu direktur perusahaan Budi Setiawan. Karena kita melihat adanya upaya menjual muatan dengan cara ilegal dan diduga telah melanggar ketentuan pidana,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku diduga telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 161 Undang Undang Minerba tahun 2009, yang akan diancam dengan kurungan penjara 10 tahun dan denda Rp10 miliar. “Saat ini tug boat dan tongkang sudah kami amankan di Salira. Untuk kru kapal bagi kami tidak ada persoalan, karena surat-surat kapalnya lengkap. Yang akan kami tindak yaitu muatan dan perusahaan pengirim barang karena perusahaan itu hanya memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pengolahan dan pemurnian batu kapur saja,” terangnya.

Sementara itu, Budi Gunawan yang ditemui saat menjalani pemeriksaan di Markas Lanal Banten menolak memberikan keterangan apapun. “Nanti saja, dengan kuasa hukum saya,” katanya singkat. (Devi Krisna)