Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Judijanto saat diwawancara diatas kapal MT Union Star.

BOJONEGARA – Lanal Banten berhasil mengamankan kapal tanker MT Union Star dan MT Patria Jaya I yang disinyalir terlibat dalam aksi perompakan kapal tanker muatan bahan bakar di perairan Kepulauan Riau, 8 Agustus 2015 silam.

Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Judijanto mengakui, proses penangkapan kapal itu memakan waktu panjang karena MT Union Star sempat beberapa kali berganti nama, sebelum akhirnya berhasil ditangkap pada 15 Desember lalu di perairan Bojonegara.

“Dalam aksi perompakannya, kapal ini (Union Star) bernama MT Kharisma IX. Lalu sempat berganti nama Antela Belis dan kita tangkap dalam keadaan sudah berganti nama menjadi MT Union Star. Kita kejar berbulan-bulan, sempat kehilangan kontak dan tidak ketemu. Pergantian nama itu diketahui dari salah seorang ABK yang ditangkap,” ujarnya saat memantau dua kapal tersebut yang sandar di Pelabuhan Pelindo II, Bojonegara, Kabupaten Serang, Jumat (15/1/2016).

Sementara itu kapal Patria Jaya I, kata dia, diduga juga terlibat dalam membantu aksi perompakan itu. “Pada saat kita tangkap, kapal dengan bobot 3500 MT ini juga sudah kosong, sudah berganti warna cat, tidak ada muatan bahan bakar, karena bahan bakar hasil kejahatan sudah dijual. Saat ini pemilik kapal, nahkoda dan ship engineering sudah diamankan di Jakarta. Dan kita sudah tetapkan 10 orang sebagai DPO,” tambahnya.

Ia menambahkan, Lanal Banten selanjutnya sudah mengajukan kedua kapal itu ke Pengadilan Negeri Serang untuk menjalani proses hukum. “Selanjutnya dua kapal ini akan disita negara,” tandasnya. (Devi Krisna)