Langgar Janji, Akhirnya Ditinggalkan Istri

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Melanggar Janji

Duyeh (54), nama samaran, hanya bisa garuk-garuk kepala. Dia tidak menyangka ancaman Bunga (48), nama samaran istri Duyeh, ternyata serius. Ia benar-benar menceraikan Duyeh dan mengakhiri rumah tangga mereka yang telah dibina selama puluhan tahun. Ini setelah Duyeh melanggar janji untuk tidak merekrut istri lagi.

Janji itu memang seharusnya ditepati. Sebab bagaimana pun juga janji adalah utang. Meskipun tidak berupa uang namun harus dibayar dengan menepati janji. Begitu pula dalam kehidupan rumah tangga. “Salah saya hanya satu, pernah berjanji tidak akan menikah lagi. Andai saya tidak mengeluarkan janji seperti itu, mungkin Bunga tidak akan meninggalkan saya,” kata Duyeh.

Bunga adalah istri kedua Duyeh. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini sangat mencintai Bunga. Si cantik Bunga telah ia kejar sejak masa SMA. Bahkan Duyeh rela menunggu janda Bunga agar bisa menikahi sang pujaan hati. “Dia itu cinta sejati saya. Jandanya saja saya masih kejar, bayangin saja gimana saya ngebet saat dia masih perawan? Makanya saya tidak kuat kehilangan dia,” ujar Duyeh.

Hmmm, ngaku cinta mati kok berani kawin lagi. Gimana sih Om Duyeh ini, enggak konsisten. Ternyata kehidupan poligami Duyeh ada jalan ceritanya. Bahkan kisah Duyeh cukup menarik dan unik.

Hal penting yang perlu diketahui terlebih dahulu, total perempuan yang menjadi istri Duyeh adalah empat. Tapi sekarang ini tinggal tiga, karena Bunga melayangkan gugatan cerai.

Nah, penyebab Bunga meminta cerai karena dia hanya membatasi Duyeh agar hanya memiliki tiga istri. Sayangnya di luar rencana, Duyeh terpaksa harus menikahi satu wanita lagi. Kok terpaksa, kenapa ya? “Saya terjebak situasi, itu karena saya sedang mabuk. Saat bangun, ternyata saya tidur dengan wanita. Nah wanita itulah yang jadi istri keempat saya sekarang ini,” aku Duyeh.

2. Cinta Sejati

Lalu bagaimana kisah cinta Duyeh ini ya? Seperti dijelaskan sebelumnya, ia sejak SMA cinta mati kepada Bunga. Meskipun keduanya tidak pernah berpacaran, namun Bunga dan Duyeh terlibat hubungan tanpa ikatan. “Kami ada ikatan batin, tapi tidak pernah pacaran. Kadang Bunga pacaran lagi dengan lelaki lain, tapi kami tetap jalan,” kata Duyeh.

Saat lulus SMA, cinta Duyeh digantung oleh pujaan hatinya itu. Bunga memberi harapan kepada Duyeh, namun dia tetap menjaga jarak agar hubungan mereka tidak sampai dekat.

Ini ada penyebabnya, salah satunya karena orangtua Bunga tidak suka dengan Duyeh. Selain karena kulitnya yang hitam, Duyeh bukan anak orang berada. “Saya ini dari keluarga miskin, tapi punya jiwa pemberani. Kalau ingin sesuatu, harus sampai dapat. Makanya saya kejar Bunga sampai kemana-mana. Meskipun cinta saya sempat digantung waktu itu,” katanya.

Dalam perjalanan, Duyeh sempat patah hati ketika Bunga menikah dengan pria pilihan orangtuanya. Sang pria berasal dari keluarga kaya raya, juga berlatar belakang agama yang kuat. Sambil membawa rasa pedih, Duyeh kemudian meninggalkan kampungnya. Ia berkelana mencari kehidupan baru, sambil berusaha untuk melupakan Bunga.

Di perantauan, Duyeh yang memiliki jiwa pemberani ini ternyata meraih kesuksesan. Ia menjadi pengusaha kecil-kecilan, di sana dia bertemu perempuan dan menikahinya. Namun karena sesuatu hal, Duyeh bangkrut. Karena jatuh miskin, Duyeh sering terlibat pertengkaran dengan istrinya itu.

Lantaran kesal, Duyeh meninggalkan sang istri dan kembali ke kampung halaman. Saat tiba di rumah, hal pertama yang ia tanyakan adalah kabar tentang Bunga. Betapa kaget Duyeh, sebab info yang ia dengar adalah Bunga telah bercerai dengan suaminya. “Kata teman saya, Bunga tidak kuat hidup dengan suaminya itu. Dia lalu minta cerai, sekarang dia sudah menjanda,” terangnya.

Wow, apakah ini yang namanya jodoh, pikir Duyeh. Ketika dia meninggalkan istrinya, Bunga pun meninggalkan suaminya. Karena itulah Duyeh bergegas menemui Bunga. Ia mencoba keberuntungan kembali untuk bisa memiliki hati Bunga.

Saat bertemu kembali, muka Bunga agak berbeda dari wanita yang Duyeh kenal. Bunga sedikit kurus dan layu. “Saya tanya, kok Bunga berubah? Agak kurusan sekarang. Eh dia bilang kalau saya belum berubah, masih hitam dan dekil. Saya masih ingat kalimat itu, sebab setelahnya dia tertawa bebas,” terangnya.

Singkat cerita, orang tua Bunga mau menyerahkan anaknya kepada Duyeh. Mereka kemudian menikah, sehingga apa yang diinginkan Duyeh akhirnya tercapai. “Bertahun-tahun saya kejar akhirnya dapat juga,” katanya.

3. Tambah Istri

Kebahagiaan Duyeh semakin bertambah. Selain berhasil menikahi Bunga, ia pun merintis usaha dan berhasil sukses. Namun kebahagiaan ini sempat terganggu ketika istri pertama Duyeh datang untuk meminta maaf. “Saat saya sukses, istri pertama datang kembali. Dia minta maaf dan ingin diakui kembali sebagai istri,” ujarnya.

Bunga awalnya merasa marah, namun akhirnya mencoba mengerti. Sejak saat itu, mulailah Duyeh menjalankan hubungan rumah tangga poligami. “Saya berusaha berbuat adil. Keduanya sudah saya belikan rumah dan mobil pribadi,” katanya.

Nah bagaimana dengan istri ketiga? Ia tidak lain adalah saudara jauh Bunga. Perempuan itu memang direkomendasikan Bunga untuk jadi istri ketiga. “Bunga minta saya menikahi saudaranya itu. Sebab anaknya banyak dan tidak ada yang membiayai. Kalau itu dalam rangka ibadah, ya sudah saya turuti kemauannya,” jelas Duyeh.

Sebelum menikah untuk ketiga kalinya, Bunga meminta Duyeh berjanji tidak akan menikah lagi. Duyeh mengiyakan, sayangnya janji itu tidak ditepati karena insiden mabuk itu. “Ceritanya saya dijamu teman, kami pesta sampai mabuk. Nah saat bangun tidur, di samping saya ada perempuan. Gara-gara malam itu dia hamil, lalu minta pertanggungjawaban. Terpaksa saya harus menikahinya,” aku Duyeh.

Ia telah berkali-kali menjelaskan jika hal tersebut adalah kecelakaan. Namun Bunga tidak memberikan toleransi karena Duyeh melanggar janji. “Gara-gara menikahi istri keempat, saya harus kehilangan Bunga. Sampai sekarang saya masih shock, sebab Bunga itu cinta sejati saya,” kata Duyeh. Kasihanannya. Makanya, hati-hati Mas. (RB/quy/zee)