SERANG – Dicecar sejumlah pertanyaan dan pernyataan anggota Komisi I
DPRD Kota Serang, pengelola Hotel Solid tetap bergeming lanjutkan usaha
Karaoke, kendati sudah jelas melanggar perizinan.

Edi Suprapto pengelola hotel mengatakan, kami belum siap, lantaran kami
harus mengembalikan modal, dan ia berdalih tempat karaoke merupakan
fasilitas hotel. “Kan tempat karaoke merupakan fasilitas hotel. Saya
akan coba diketatkan kembali, di fungsikan sebagai famili karaoke, dan
kita akan melarang penggunaan miras,” ungkap Edi kepada wartawan usai
memenuhi pemanggilan Komisi I DPRD Kota Serang, Kamis (5/2/2015).

Edi menjelaskan, di Hotelnya kelas melati, terdapat 54 Kamar, 18 Room
Karaoke, yang di dalamnya terdapat fasilitas, meeting room, fitnes
centre, dan karaoke. “Ini dia makanya, kita kembali memfungsikan pada
kaidah-kaidah yang berlaku. Saya rasa anggota dewan kita bijak, melihat
persoalan ini,” jelas Edi.

Lebih lanjut, Edi menuturkan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil
forensik dan laboratorium, yang saat ini dilakukan oleh pihak
Kepolisian, atas meninggalnya Afifah dan Atifah yang diduga akibat miras
oplosan. (Fauzan Dardiri)