Lanjutan Liga 2: Dua Tim Banten Gemilang

Pemain tim Perserang dan pendukungnya merayakan kemenangan mereka atas Persis Solo Pada laga lanjutan Liga 2, di Stadion Maulana Yusuf, Kamis (13/9).

SERANG – Dua tim kesayangan Banten, Perserang dan Cilegon United (CU) menampilkan permainan apik. Kedua tim Banten itu masing-masing menaklukkan lawannya dalam lanjutan Liga 2 Indonesia pekan ke-16, Kamis (13/9).

Di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Perserang berhasil menaklukan Persis Solo. Laskar Singandaru meraih kemenangan 1-0  lewat gol tunggal yang dicetak Oktovianus Maniani menit ke-24.

Babak pertama kedua kubu menampilkan permainan terbuka. Pasukan Bambang Nurdiansyah (Banur) langsung menekan pertahanan Persis Solo yang dikawal penjaga gawang Galih Sudaryono. Tak ingin ditekan tuan rumah, Persis Solo juga mencoba untuk mengatur ritme pertandingan melalui lini tengah.

Beberapa peluang tercipta namun unjung tombak Persis Solo belum bisa mengkonversikan menjadi gol. Sementara, di menit 24, Perserang akhirnya memecah kebuntuan melalui Okto. Gol itu tercipta berawal dari bola mati. Sundulan pemain bernomor punggung 10 itu tak mampu ditepis oleh Galih Sudaryono.

Tertinggal satu gol, Persis Solo terus melakukan permainan terbuka dan berusaha membalas. Beberapa peluang tercipta, dan sempat repot lini pertahanan Perserang. Namun, berkat kokohnya pertahanan Perserang tidak ada yang membuahkan hasil. Satu peluang emas tercipta saat bola sepakan pemain Persis Solo membentur mistar gawang yang dijaga Galih Firmansyah. Pada menit ke-45, pemain andalan Perserang Okto ditarik keluar. Ia digantikan Taryono untuk mengisi pos sayap kiri. Hingga babak pertama berakhir skor 1-0 untuk Perserang.

Memasuki babak kedua, Perserang menampilkan permainan terbuka. Ferry Aman Saragih dan kawan-kawan tidak menunjukkan permainan bertahan meski sudah unggul 1-0. Kondisi itu membuat laga semakin seru karena kedua tim sama-sama menampilkan permainan terbuka. Hingga pertandingan usai, skor tidak berubah untuk kemenangan Perserang.

Pelatih Perserang Banur mengaku bersyukur dengan kemenangan tersebut. Menurutnya pemain Perserang menampilkan mental bertanding dan ingin menang. “Mengenai hasil tetap kita syukuri,” ujarnya usai laga.

Ia mengatakan akan mengevaluasi hasil pertandingan kontra Persis Solo tersebut. Menurut eks strikter timnas Indonesia ini, masalah fisik masih menjadi pekerjaan rumah tim Perserang. “Terutama fisik (evaluasi),” katanya.

Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono mengaku timnya kurang beruntung kala bertanding melawan Perserang. “Yang jelas hari ini kami kalah. Inilah sepak bola,” ujarnya.

Di hari yang sama, tim Banten lainnya yakni Cilegon United juga berhasil bangkit di laga melawan PSIR Rembang di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon. CU menang 2-1 di hadapan para pendukungnya. Gol CU dicetak Abdul Azis menit ke-7 melalui titik penalti dan pemain baru CU Nunung Dwi menit 24. PSIR memperkecil keadaan melalui Efendi di menit 75. Kini CU mengoleksi 19 poin sementara PSIR berada di dasar klasemen dengan torehan 15 poin.

Pelatih CU Sasi Kirono bersyukur timnya mampu bangkit dan menang di laga melawan Rembang. Namun, kendati menang ada sejumlah catatan yang wajib diperbaiki agar tim ini di laga selanjutnya lebih bagus lagi. “Saya berterima kasih kepada skuat yang berjuang maksimal sehingga bisa meraih 3 poin. Saya juga bersyukur didebut perdana saya menangani CU bisa mempersembahkan kemenangan,” ujar Sasi.

Dalam kesempatan ini, mantan pemain Petrokimia Putra ini mengaku akan segera melakukan evaluasi di latihan agar performa anak asuhnya semakin padu dalam menyerang dan bertahan. “Tim memerlukan pembenahan. Misalnya pemain jangan panik jika lawan menekan daerah pertahanan. Dengan disiplin tinggi hal ini tidak perlu dirisaukan. Selain itu ia berharap koordinasi antar pemain juga ditingkatkan sehingga kompak dan tidak kehilangan bola baik saat menyerang atau bertahan,” jelasnya.

Sementara itu, asisten pelatih PSIR Rembang yang juga legenda klub tersebut Hadi Surento menerima kekalahan ini. Kata dia, pada babak pertama timnya sengaja bertahan untuk mewujudkan misi mencuri poin. Namun gol penalti yang didapat timnya di menit awal laga membuat semangat anak asuhnya rontok. Pada babak kedua ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil menyerang. Hasilnya mampu mencetak gol melalui Efendi di menit 75. Namun sayang beberapa peluang gagal menjadi gol. (Adi/BRP/RBG)