Lansia Pengoplos Elpiji di Pasarkemis Dibekuk

PASARKEMIS – Setelah lima tahun beroperasi dan melakukan pengoplosan gas elpiji 3 kilogram, ETS (73) akhirnya harus pasrah ketika dirinya disergap Satuan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pasarkemis Polresta Tangerang, Senin (2/7) malam lalu.

Pelaku beserta barang bukti diamankan di Jalan Garuda IV, Perumahan Pondoksejahtera, Kutabaru, Pasarkemis, Kabupaten Tangerang. Terbongkarnya praktik pengoplosan tersebut lantaran informasi dan laporan warga sekitar lokasi yang curiga dengan praktik yang dijalankan pelaku ETS.

Kapolsek Pasarkemis Kompol Didid Imawan mengatakan, setelah mendapatkan informasi, tim buser yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Ferdo Elfianto melakukan pengintaian dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. ”Modus praktik pengoplosan yang dilakukan ETS adalah dengan mengoplos gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk warga miskin dipindahkan ke gas elpiji 12 kilogram. Saat penggerebekan, pelaku terlihat kaget dan tak berkutik serta pasrah dengan barang bukti yang diamankan,” kata Didid saat dikonfirmasi kembali pada Selasa (3/7).

Sementara, Kanitreskrim Iptu Ferdo Elfianto menambahkan, bahwa pelaku sudah menjalankan pengoplosan ini sejak lima tahun terakhir. Dan menjualnya ke warga sekitar. ”Warga sekitar juga tidak menaruh curiga terhadap praktik yang dilakukan oleh ETS ini,” ungkapnya yang didengar dari sejumlah penuturan warga.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa ratusan tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram dan 12 kilogram diamankan di Mapolsek Tangerang guna penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 62 jo Pasal 8 Ayat 1 huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Serta UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 53 huruf d. Ancaman hukumannya pidana 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp2 miliar. (Mulyadi/RBG)