Lapar, Tukang Sol Bobol Kotak Amal

0
573 views
Dayat warga Domas, Kecamatan Pontang usai dipergoki warga mencuri kotak amal mushola, Rabu (16/9)

SERANG – Rasa lapar memicu Dayat (40) berbuat nekat. Untuk membeli makan, Rabu (16/9), Dayat berniat mencuri uang kotak amal Musala Nurul Mubil. Apesnya, aksi Dayat membongkar kotak amal dipergoki oleh warga. Dayat pun babak belur dihajar warga Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Rabu (16/9) pagi, tukang sol sepatu asal Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang itu sudah keluar rumah. Berbekal sebuah kotak peralatan sol, Dayat mengayuh sepeda ontelnya berkeliling menjajakan jasa reparasi sepatu.

Dayat berkeliling hinga tiba di Kampung Sujung Ilir, Desa Sujung. Namun, Dayat belum mendapatkan satu pelanggan pun. Saat melintas di depan Musala Nurul Mubil, ide jahat Dayat melintas. Rasa lapar yang mendera Dayat semakin membulatkan tekadnya.

Dayat masuk ke area musala dan memarkirkan sepedanya. Usai mengambil obeng dari kotak peralatan sol, Dayat masuk ke dalam musala. Dia langsung mendekati kotak amal dan membongkarnya. Nah, saat mulai merogoh kotak amal, Dayat langsung disergap warga.

“Ada warga yang curiga dengan pelaku karena berada di dalam musala cukup lama. Kemudian warga tersebut mengintip pelaku dan melihatnya sedang membongkar kotak amal dengan menggunakan obeng,” kata Kapolsek Tirtayasa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendri Dunand, kemarin.

Dayat hanya bisa pasrah saat disergap warga. Dia dibawa keluar musala. Warga lain yang menerima informasi pencurian itu mendatangi lokasi. Tak menunggu lama, Dayat menjadi sasaran emosi warga. “Pelaku dalam keadaan lecet akibat dipukuli oleh masyarakat sekitar Lingkungan Mushola Nurul Mubin. Saat ini, pelaku berikut barang bukti sudah diamankan,” kata Hendri.

Kata Hendri, emosi warga itu dipicu lantaran kotak amal musala tersebut sering menjadi sasaran pencurian. Apalagi, Dayat mengaku sudah dua kali melakukan aksi serupa. “Pengakuannya kelaparan enggak ada duit (untuk beli makan-red),” kata Hendri.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Hendri, pelaku mengalami keterbelakangan mental. “Keterangan dari pihak keluarga pelaku bahwa memang pelaku mempunyai kebiasan buruknya dengan mengambil isi kotak amal,” tutur Hendri. (mg05/nda)