CILEGON – Menggunakan kendaraan roda empat Bank Indonesia (BI) kelilingi Provinsi Banten. Bermodalkan Rp.400 juta, Selasa (8/8) BI menyambangi Kota Cilegon untuk melayani penukaran uang lama maupun yang telah rusak.

Kasir BI Banten Teddy Wahyudi mengatakan sebagian besar warga di wilayah Banten terutama Cilegon masih menggunakan uang jenis lama bahkan ada sebagian masih menggunakan uang yang sudah rusak dalam melakukan transaksi jual dan beli.

“Kami sambangi ke masing-masing daerah termasuk Cilegon. Penukaran uang di Cilegon dengan jumlah Rp 400 juta tersebut dilihat dari penghasilan dan perekonomian kotanya. Semua ini ditetapkan oleh pusat baik itu jumlahnya sedikit maupun banyak. Bahkan ada wilayah dengan jumlah penukaran Rp 200 juta, yaitu Lebak,” ujarnya.

Kata dia, tujuannya datang ke beberapa wilayah tersebut untuk memberikan sarana guna memberikan pelayanan kepada masyarakat serta memperkenalkan uang dengan jenis baru. Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke BI hanya untuk menukarkan uang.

“Masyarakat tidak perlu repot-repot datang jauh-jauh ke BI, kita sudah sediakan ini. Jadi masyarakat tinggal hanya menyiapkan uang yang harus ditukarkan, silahkan ditukar maka kami akan berikan uang baru dengan jenis yang baru” jelasnya.

Ia menjelaskan uang yang sudah lesuh bahkan rusak dikhawatirkan tidak lagi dapat digunakan sebagai alat transaksi jual beli. Sehingga pemilik uang tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan untuk memiliki suatu barang ataupun lainnya.

“Jadi sebelumnya menetapkan tempat untuk penukaran, kami sosialisasi dulu ke warung-warung, toko mas bahkan bang yang berada diwilayah Cilegon, bahwa kami berada di cilegon kalau untuk penukaran silahkan datang,” ungkapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)