LAZ Harfa Buka Puasa Bersama di Pelosok Desa Pandeglang

0
388 views
Foto bersama usai buka puasa di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/5).

PANDEGLANG – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harfa sebagai lembaga non-profit asal Banten mengadakan buka puasa bersama (bukber) di pelosok desa, tepatnya di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/5).
Bukber yang diikuti 36 kepala keluargadan tokoh masyarakat ini untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat di pelosok desa dengan LAZ Harfa. Mereka merasakan berbuka puasa dengan nuansa berbeda dan penuh kebahagiaan. Semua kalangan baik bapak-bapak, anak-anak dan ibu-ibu menyambut dengan penuh antusias. Apalagi acara semacam in sekali ada.

“Alhamdulillah dapat mempererat persaudaraan ini dengan adanya bukber. Selain untuk silaturahmi, juga agar masyakarat semakin mengenal dan dekat dengan para field facilitator (pendamping desa) yang diutus LAZ Harfa di pelosok-pelosok desa di Banten” ungkap Supriyadi Selaku, koordinator pendamping desa, dikutip dari siaran pers.

Desa Sorongan sendiri merupakan desa binaan LAZ Harfa. Di Kampung Batu Payung, saat ini 85% masyarakatnya sudah menggunakan cubluk sebagai tempat untuk pembuangan air dan akan berangsur-angsur beralih menggunakan jamban.

Menyeberangi sungai menggunakan getek menuju Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.

Untuk sampai ke perdesaan, rute yang dilalui cukup jauh dan juga terjal. Melewati hutan-hutan lalu harus menyeberangi sungai menggunakan getek yang kondisinya sudah mulai rapuh. Apalagi jika musim hujan, getek jarang digunakan. Tak cukup di situ, kita harus melewati rimbunnya hutan kembali. Begitulah yang harus masyarakat lakukan setiap saatnya jika hendak keluar dari kampungnya. Bahkan beberapa di antara mereka tak pernah mengenal bagaimana wujud pusat kota dari “Pandeglang” sendiri.

Selain itu, pengadaan listrik di desa ini baru dilakukan baru-baru ini sebelumnya mereka hanya menggunakan lampu petromaks sebagai alat penerangan, Bahkan yang lebih mirisnya adalah mereka tak pernah bisa merasakan makanan yang enak dan nikmat setiap saatnya. Rata-rata masyarakat juga hanya menjadi seorang petani sehingga penghasilannya sehari-hari tak menentu, ditambah kondisi jalan yang jauh dan banyak halang rintangnya.

Sutisna, salah satu penerima manfaat, sangat bersyukur sekali dengan adanya buka puasa bersama ini. “Alhamdulillah, terimakasih sudah mau pada ke sini jauh-jauh dari kota. Maaf kami di sini nggak bisa balas apa-apa. Cuma bisa ngedoain biar dikasih selamat. Dijauhkan dari marabahaya dan dilindungi sama gusti Allah,” ungkapnya.

Inah, salah seorang warga, juga merasa senang. “Seneng banget pada rame-rame ke sini. Biasanya kita buka puasa mah seadanya aja. Soalnya kalo mau makanan enak harus ke pasar. Pasarnya jauh, di Cibaliung. Makan ayam pun jarang, paling pas Lebaran aja itu kita bisa makan. Bersyukur banget sekarang bisa ngerasain buka puasa bareng di sini sama warga semuanya dan LAZ Harfa. Terimakasih LAZ Harfa dan juga para donaturnya,” ungkapnya. (aas)