Lebak Bakal Bangun Kawasan Industri

Ilustrasi

Siapkan 1.000 Hektare

SERANG – Lahan seluas seribu hektare di Cikulur, Kabupaten Lebak diusulkan menjadi kawasan industri. Kini, Pemkab Lebak tengah membuat feasibility study usulan tersebut.  

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Mahdani, mengungkapkan, lokasi yang diusulkan oleh Pemkab Lebak itu nantinya berada di dekat salah Pintu Tol Serang-Panimbang. Usulan itu mendapat dukungan dari Pemprov Banten. Asalkan, syarat rencana tata ruang wilayah (RTRW) terpenuhi.

Kata Mahdani, potensi Lebak cukup besar.

Sehingga, Pemkab Lebak disarankan agar menggaet para pengusaha yang keluar dari Tangerang Raya untuk masuk ke kawasan industri tersebut.

“Ada nilai jual yang tinggi karena UMR Lebak masih rendah. Daripada para pengusaha pindah ke daerah lain seperti Sukabumi, lebih baik ke Lebak,” kata Mahdani usai menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Banten di kantor DPMPTSP Provinsi Banten, KP3B, Selasa (9/6).

Letak Lebak yang tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Tanjung Priuk itu akan menguntungkan pengusaha berbasis ekspor. Kondisi ini membuat Lebak masih unggul dibandingkan daerah lain di luar Banten.

Namun, kawasan tersebut sebaiknya tidak dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). “Kalau KEK bagusnya tidak di tengah hutan,” ujar Mahdani.

Dijelaskan Mahdani, apabila kawasan industri maka semua industri bisa masuk. Tetapi, bila ditetapkan KEK, hanya industri tertentu saja yang berminat.

Apalagi, sejauh ini, dari delapan kabupaten/kota di Banten, investasi di Lebak masih minim dibandingkan daerah lain. Saat ini, penyumbang investasi terbesar adalah Kota Cilegon, yakni Rp2,78 triliun atau 41 persen dari total investasi yang masuk.

Diungkapkan Mahdani, target investasi yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp49 triliun, realisasi pada triwulan satu baru Rp6,87 triliun. Realisasi itu terdiri dari penanaman modal dalam negeri Rp2,23 triliun dan penanaman modal asing Rp4,63 triliun. Sedangkan, penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk sebanyak 13.354 tenaga kerja Indonesia dan 163 tenaga kerja asing.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, apabila kawasan industri di Lebak dibuka, maka akan menarik investor. Selain UMR masih rendah, lokasinya juga dekat dengan tol.

“Kalau memang ada akses tol, ideal untuk menjadi kawasan industri,” tutur Gembong.

Ia mengatakan, apabila rencana tersebut terealisasi akan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat. Untuk itu, Pemprov Banten harus mendukung apa yang menjadi kewenangannya. (nna/nda)