Lebak Siapkan 17 Cabor untuk Popda VIII/2016

Ilustrasi/Inet

SERANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lebak siap berpartisipasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) VIII di Kabupaten Pandeglang 2016. Bahkan, pihaknya pun telah menyiapkan 17 cabang olahraga (cabor) untuk diikutsertakan pada multievent olahraga pelajar tingkat Banten itu.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporapar Kabupaten Lebak Dani Wardani mengatakan, dari 17 cabor yang telah disiapkan itu, delapan cabor di antaranya sedang digeber persiapannya. Kedelapan cabor itu yakni atletik, panahan, bulutangkis, pencak silat, taekwondo, sepak takraw, renang, dan tenis meja. “Delapan cabor itu yang berpeluang besar dalam menyumbangkan medali. Pada Popda VII di Lebak, cabor itu yang menyumbangkan medali bagi kami. Sedangkan sisa cabor lainnya pun sedang berjalan, tapi akan kami matangkan jika jadwal popda sudah dipastikan,” ujar Dani, Kamis (14/1/2016) sore.

Untuk target, pihaknya berharap kontingen Lebak dapat memperbaiki prestasi pada hajatan popda sebelumnya. “Kami tidak ingin muluk-muluk. Bisa menyamai prestasi dua tahun lalu saja yakni masuk lima besar, bagi kami itu sudah pencapaian yang luar biasa. Karena saya yakin kabupaten/kota lain pun pasti berambisi meraih yang terbaik agar atletnya dapat mewakili ke tingkat nasional, termasuk tuan rumah pastinya,” jelas pria asal Kecamatan Cipanas ini.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Lebak M Soleh menyatakan, saat ini tengah menggelar latihan rutin di Stadion Pasir Ona, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, setiap akhir pekan. “Latihan rutin kami jalankan setiap Sabtu dan Minggu. Tapi jika program pemusatannya sudah ditentukan waktu dan porsinya akan kami tambah lagi supaya kemampuan atlet semakin meningkat,” kata Soleh.

Ia menyebutkan, ada 12 atlet panahan yang sedang menjalani latihan rutin. Kedua belas atlet itu terdiri dari putra dan putri. “Mereka atlet yang sudah kami bina sejak beberapa tahun belakang ini. Jadi kami tinggal mematangkan saja fisik, teknik, dan mentalnya,” tutur dosen STKIP Setia Budhi Rangkasbitung ini. (RB/brp/air/ags)