Lebak Tetapkan Tanggap Darurat Longsor

0
425 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya meninjau bantaran Sungai Ciujung yang longsor di Kampung Gagambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kamis (19/1/2017).

RANGKASBITUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menetapkan status tanggap darurat bencana longsor. Hal ini seiring dengan tingginya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir.

Instansi ini mencatat, ada 12 kecamatan yang merupakan daerah rawan longsor. Ke-12 daerah ini yaitu, Kecamatan Lebakgedong, Cipanas, Muncang, Sobang, Cibeber, Gunungkecana, Bojongmanik, Cimarga, dan Kecamatan Cigemblong.

“Kami minta warga yang tinggal di perbukitan mewaspadai bencana longsor, lantaran intensitas curah hujan dalam satu pekan ini mengalami peningkatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi kepada Radar Banten, Minggu (29/1).

Katanya, tidak menutup kemungkinan terjadi bencana tanah longsor seperti yang terjadi di tiga kecamatan di Lebak, yaitu di Kecamatan Leuwidamar, Sajira, dan Kecamatan Cikulur. “Bukannya kami mendoakan bencana tanah longsor kembali terjadi. Tapi kami hanya mengingatkan kepada warga akan bahaya bencana tersebut,” ungkapnya.

Kaprawi mengaku, lembaga terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), menjaga jika kemungkinan terjadi longsor. “Lebak terdapat perbukitan dan pegunungan serta daerah aliran sungai, karena kondisi itu sangat berpotensi terjadinya longsor,” ucapnya seraya menambahkan, perubahan iklim saat ini sudah mulai terasa.

Camat Cikulur Habib Abdilah mengatakan, pihaknya senantiasa mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir untuk senantiasa waspada, lantaran dalam sepekan ini intensitas hujan turun cukup tinggi. “Antisipasi bencana agar tidak terjadi korban jiwa bila sewaktu-waktu turun hujan lebat di malam hari. Warga yang tinggal di daerah rawan tanah longsor bergantian melakukan ronda,” katanya.

Terpisah, Ketua Tagana Kabupaten Lebak Aan Wiguna mengatakan, pihaknya senantiasa stand by memonitor kondisi wilayah di Kabupaten Lebak bekerja sama dengan BPBD dan muspika.

Insya Allah, relawan Tagana Lebak selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah, seperti musibah banjir dan longsor,” ujar Aan.

Lantaran hal itu, relawan Tagana terus mempersiapkan diri dalam menghadapi musibah bencana yang hampir setiap tahunnya tidak dapat dihindari. “Kan hampir semua daerah di Lebak merupakan daerah rawan bencana. Terutama banjir dan longsor. Kami hanya bisa mengingatkan dan membantu masyarakat sebisa apa yang kita bisa,” ucapnya. (Nurabidin Ence/Radar Banten)