Lebih dari 30 Ribu Masyarakat Lebak Masih Buta Aksara

LEBAK – Sekitar 2,5 persen atau 30 ribu jiwa lebih masyarakat Kabupaten Lebak tercatat masih buta aksara. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak terus mensosialisasikan budaya membaca dan menulis kepada masyarakat Kabupaten Lebak.

Ajakan atau program tersebut diharapkan mampu mengentaskan jumlah buta aksara di Kabupaten Lebak. “Saya harap program ini dapat membantu jumlah buta aksara di Kabupaten Lebak serta dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat bersaing dengan daerah lainnya, khususnya bersaing dalam masyarakat ekonomi asean (MEA),” ujar Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi kepada Radar Banten, Rabu (21/2).

Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, budaya membaca ini harus terus ditingkatkan agar tidak ketinggalan pengetahuan oleh masyarakat di daerah luar. Dengan membaca mereka bisa banyak tahu.

“Dengan membaca kita banyak tahu. Kita akan terus tingkatkan kampanye budaya membaca kepada masyarakat dibarengi dengan program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) yang terus kita tingkatkan,” katanya.

“Saya harap semua elemen masyarakat dapat membantu mengentaskan tuna aksara, tentunya bukan Dindikbud saja yang berperan, tapi masyarakat dan pihak lainnya juga dapat membantu mensosialisaikan gerakan membaca dan menulis. Dengan begitu jumlah tuna aksara saya yakin akan menurun. Untuk menunjang semua itu, pemkab lebak juga mempunyai perpustakaan Saija Adinda yang dibuka untuk umum yang berada di pusat kota Rangkasbitung,” ungkapnya.

Wawan menambahkan, ia sangat mengapresiasi terhadap rekan-rekan PTK Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) yang telah berperan aktif dalam mengentaskan buta aksara di Lebak.

Terpisah, Kepala Bidang PAUDNI pada Dindikbud Lebak Abdul Malik menuturkan, pihaknya terus berupaya dalam meningkatkan kualitas SDM di Lebak, khususnya dalam memerangi buta aksara yang ada di Kabupaten Lebak.

“Kami ingin mutu SDM di Lebak terus meningkat dan berkualitas, sehingga program lebak cerdas dapat terwujud,” ujarnya. (Omat/twokhe@gmail.com).