Ilustrasi lelang jabatan.

SERANG – Pelamar open bidding atau lelang jabatan terbuka untuk empat jabatan di Pemprov Banten dinilai belum maksimal. Berdasarkan rapat pleno Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Direktur UPTD RSUD Banten yang dilaksanakan tertutup di ruang kerja Sekda Banten Al Muktabar, waktu pendaftaran open bidding diperpanjang selama sepekan.

Berdasarkan pengumuman seleksi JPT Pratama dan Direktur UPTD RSUD Banten, penerimaan berkas pendaftaran dimulai pada 23 Mei sampai Selasa (11/6). Namun, berdasarkan rapat pleno, penerimaan berkas bagi para pendaftar itu akan diperpanjang sampai Selasa (18/6).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin mengungkapkan, meskipun secara ketentuan, kuota minimal pendaftar per jabatan sudah memenuhi, tapi pihaknya menilai pendaftar belum maksimal. “Secara umum, dibandingkan kebiasaan-kebiasaan kami yang dulu, ini (jumlah pendaftar-red) belum maksimal,” ujar Komarudin usai rapat pleno di ruang kerja Sekda Banten Al Muktabar, Rabu (12/6).

Menurut Komarudin, banyak kemungkinan yang menyebabkan jumlah pendaftar open bidding belum maksimal, mulai dari masa penerimaan berkas pendaftaran yang terpotong dengan cuti bersama, serta adanya jabatan-jabatan teknis yang dilelang terbuka, seperti kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan direktur UPTD RSUD Banten.

Diketahui, hingga Selasa (11/6) sore, baru ada 21 pejabat yang mendaftar untuk tiga JPT Pratama di lingkup Pemprov dan jabatan direktur UPTD RSUD Banten. Selain jabatan kepala Dinkes dan direktur UPTD RSUD Banten, jabatan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Kepala Biro Bina Perekonomian juga dilelang.

Sementara, 21 pejabat yang mendaftar yakni terdiri dari delapan orang untuk jabatan kepala Biro Bina Perekonomian, empat orang untuk kepala BPKAD, lima orang untuk kepala Dinkes, dan empat orang untuk direktur UPTD RSUD Banten.

“Jabatan kepala Dinkes dan direktur RSUD kan hanya orang-orang yang bergerak di bidang kesehatan. Begitu juga dengan BPKAD, hanya orang-orang keuangan saja,” ujarnya. (Rostinah)