Lelang Jabatan Pemkab Pandeglang Belum Memenuhi Target Minimal

Kepala BKD Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta

PANDEGLANG – Sejak dibuka pendaftaran lelang jabatan atau open bidding untuk posisi kepala dinas pada tanggal 29 Agustus lalu, sudah ada 16 pejabat eselon III yang mendaftar. Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pandeglang mencatat, jumlah pejabat yang mendaftar itu masih sangat sedikit, karena ada tujuh jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong. Apabila, persyaratannya satu OPD harus dilamar tiga orang calon pejabat, maka yang mendaftar minimal berjumlah 21 orang.

Adapun tujuh pejabat eselon II yang sudah dan akan pensiun adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Cecep Juanda, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tb Saparudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinamas) Tatang Effendi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sukran, Kepala Dinas Perikanan Wowon Dirman, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Abdul Gofar, dan mantan Kepala Dinas Pariwisata Salman Sunardi.  

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Perencanaan dan Pengembangan BKD Kabupaten Pandeglang Furkon mengakui masih sedikitnya pejabat eselon III yang akan mengikuti lelang jabatan.

Padahal, tegasnya, satu jabatan kepala dinas yang kosong itu minimal harus ada tiga orang pendaftar. “Baru ada 16 orang yang mendaftar, padahal kalau kita menghitung kuota, minimal harus ada 21 orang untuk tujuh jabatan kepala dinas itu,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Furkon mengatakan, apabila sampai batas waktu yang ditentukan masih ada kuota yang tidak terisi, instansinya akan melakukan perpanjangan pendaftaran hingga tujuh hari kerja. Tindakan itu, kata dia, terpaksa dilakukan agar proses lelang jabatan bisa segera dilakukan dan tidak menyalahi mekanisme atau peraturan perundang-undangan.

“Masih ada satu minggu lagi, kita tunggu saja sampai batas akhir pendaftaran. Kalau memang masih kurang, mau tidak mau kita harus melakukan perpanjangan pendaftaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta memastikan, pengisian tujuh jabatan eselon II yang kosong tersebut akan dilakukan paling lambat pada akhir Desember 2019. “Kita ingin semuanya terisi, jadi setelah yang bersangkutan pensiun, kita sudah ada kandidat untuk mengisi kekosongan itu. Untuk sekarang, kita tunggu proses pendaftaran dulu sampai batas akhir pendaftaran. Kita inginnya kekosongan jabatan itu bisa cepat terisi,” katanya.

Fahmi mengatakan, bagi pejabat eselon II yang sudah pensiun jabatannya akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), agar roda pemerintahan dan program kerja di instansi itu bisa tetap dijalankan dengan baik, tidak mengganggu kegiatan pembangunan.

“Bagi jabatan yang sudah kosong ditinggal pensiun, kita akan tempatkan plt dulu, supaya pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya. (dib/zis)