BEIJING – Produsen personal computer (PC) dari Tiongkok, Lenovo membukukan rekor peningkatan laba penjualan kuartal ketiga. Meningkatnya laba pembuat PC terbesar di dunia itu berasal dari penjualan laptop dan perangkat mobile di pasar negara berkembang.

Lenovo mengklaim berhasil mendongkrak pendapatan hingga 30 persen, naik USD 265 juta atau Rp 3,18 triliun dari tahun sebelumnya. Angka itu membungkam estimasi analis yang memprediksi pendapatan Lenovo hanya akan mencapai USD 247 juta.

Pendapatan total produsen elektronik ini melonjak 15 persen menjadi USD 10,8 miliar yang berasal dari penjualan terbesar di pasar domestik. Namun, manajemen Lenovo juga memperingatkan masa depan keuangan perusahaan akan mengalami dampak negatif dari pembelian bisnis server IBM dan Motorola Mobility baru-baru ini.

Lenovo membayar lebih dari USD 5 miliar atau hampir setengah dari nilai pasar perusahaan untuk membeli kedua bisnis di bulan Januari lalu. Investor sempat mempertanyakan akuisisi tersebut, mengingat bisnis server IBM dan Motorola Mobility saat ini merugi.

Lenovo mengatakan akan memakan waktu hingga lima kuartal atau lebih dari satu tahun guna menghidupkan kembali bisnis Motorola yang dibeli dari Google seharga USD 2,9 miliar. Tapi mereka yakin akuisisi itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang dari ketergantungan pada penjualan PC dan memperluas kehadirannya di bisnis server dan smartphone.

“Kami yakin akan mampu mempertahankan momentum ini dalam bisnis yang ada,” kata kepala eksekutif Lenovo, Yang Yuanqing seperti dikutip BBC, Kamis (13/2).

Akuisisi Motorola dan bisnis server IBM sesuai dengan strategi bisnis Lenovo. Saham Lenovo sendiri diperdagangkan turun satu persen lebih rendah di Hong Kong setelah publikasi laporan keuangan tersebut.(esy/jpnn)***