Libur Nataru Zona Merah Bertambah

0
1540
Petugas memasukan box vaksin kedalam mobil untuk didistribusikan. Kota Tangsel dan Kota Serang mendapatkan jadwal Pendistribusian vaksin Covid-19 pada pertama pendistribusian tersebut.

Hari Ini Presiden Divaksin Pertama

SERANG – Zona merah di Provinsi Banten bertambah. Sejak Senin (11/1), ada empat daerah di Tanah Jawara ini yang masuk  zona merah yakni Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Sebelumnya, tiga daerah yang masuk zona merah yakni Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Namun, sejak kemarin lusa, Kota Tangerang menjadi zona oranye.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Banten salah satunya karena libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Selain itu, ada juga karena klaster keluarga,” ujar Ati, kemarin.

Kata Ati, klaster keluarga terjadi karena tidak disiplin pasien menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Akibatnya, anggota keluarga lain tertular.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, pihaknya mendorong puskesmas rawat inap menjadi ruang isolasi bagi pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Sedangkan untuk pasien yang mengalami gejala sedang atau berat dirujuk ke rumah sakit.

Hingga kemarin, ada 21.817 kasus konfirmasi Covid-19 di Banten. Dari jumlah itu, 17.888 pasien sembuh, 3.276 masih dirawat, dan 653 meninggal dunia.

Berdasarkan peta penyebaran Covid-19 di Banten, jumlah kasus konfirmasi di Kota Tangerang sebanyak 4.894 pasien yang terdiri dari pasien sembuh 4.389, masih dirawat 402, dan meninggal dunia 103. Kota Tangerang Selatan terdapat 4.132 kasus konfirmasi yang terdiri dari 3.393 sembuh, 517 masih dirawat, dan 222 meninggal dunia.

Berikutnya, kasus konfirmasi di Kabupaten Tangerang sebanyak 5.624 pasien yang terdiri dari 5.078 sembuh, 429 masih dirawat, dan 117 meninggaldunia. Di Kabupaten Lebak, ada 922 kasus konfirmasi Covid-19 yang terdiri dari 485 pasien sembuh, 414 masih dirawat, dan 23 meninggal dunia.

Selanjutnya, di Kota Cilegon ada 2.196 kasus konfirmasi Covid-19 yang terdiri dari pasien sembuh 1.926, 184 masih dirawat, dan 86 meninggal dunia. Di Kota Serang, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 1.224 orang yang terdiri dari 610 sembuh, 582 masih dirawat, dan 32 meninggal dunia.

Kemudian di Kabupaten Serang ada 1.751 kasus konfirmasi yang terdiri dari 1.341 sembuh, 359 masih dirawat, dan 51 meninggal dunia. Terakhir, kasus konfirmasi di Kabupaten Pandeglang sebanyak 1.074 pasien yang terdiri dari 666 sembuh, 389 masih dirawat, dan 19 meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Banten, pada 1 Januari 2021 terjadi kenaikan kasus konfirmasi sebanyak 228 orang, 2 Januari 131 penambahan kasus, 3 Januari penambahan kasus 158, 4 Januari 187 kasus, dan 5 Januari 345 penambahan kasus.

Selanjutnya, 6 Januari terjadi penambahan kasus konfirmasi sebanyak 292 kasus, 7 Januari 253 kasus, 8 Januari 274 kasus, 9 Januari 309 kasus, dan 10 Januari 202 kasus. “Pada 11 Januari ada penambahan 193 kasus dan kemarin ada kenaikan 197 kasus,” ujar Ati.

HARI INI PRESIDEN DIVAKSIN

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan tengah menyiapkan proses suntik vaksin Covid-19 bagi Presiden Joko Widodo yang akan jadi orang pertama di Indonesia yang resmi disuntik usai terbit izin penggunaan darurat vaksin, pada Rabu (13/1).

“Kami (Sekretariat Presiden) sedang mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pengaturan tata cara vaksinasi,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa (12/1).

Bey tidak menjelaskan secara rinci mengenai prosedur penyuntikan vaksin bagi Jokowi hari ini. Menurutnya, masyarakat akan mengetahui langsung lantaran proses penyuntikan vaksin bakal disiarkan secara langsung.

“Besok (hari ini-red) saat penyuntikan perdana tersebut juga akan disiarkan secara live streaming. Jadi prosesnya seperti apa, bisa dilihat langsung besok,” tutur Bey.

Jokowi sebelumnya menegaskan dirinya siap menjadi orang pertama di Indonesia yang menjalani vaksin Covid-19. Keputusan tersebut diambil agar masyarakat percaya keamanan vaksin corona.

Penyuntikan dirinya dan para menteri Kabinet Indonesia Maju akan dilakukan di Jakarta sebagai simbol dimulainya vaksinasi di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. Izin penggunaan itu dikeluarkan usai hasil evaluasi BPOM menunjukkan vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

WH TAK DIVAKSIN

Berbeda dengan Presiden Joko Widodo, Gubernur Banten Wahidin Halim dipastikan tak akan ikut serta dalam program vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Hal tersebut disebabkan lantaran orang nomor satu di Banten itu telah berusia di atas 59 tahun.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah memberikan sebanyak 14.560 vaksin Sinovac kepada Provinsi Banten pada tahap pertama, Minggu (3/1). Pengiriman dilakukan dengan pengawalan ketat dari gudang PT Biofarma di Bandung. Berikutnya, pada minggu ketiga Januari ini, pengiriman kedua akan dilakukan dengan mengirim sebanyak 68.920 vial.

Vaksinasi tahap awal sendiri akan digelar serentak pada 14 Januari mendatang. Sasaran utamanya  adalah para tenaga kesehatan (nakes).

Dikatakan WH, sapaan akrab Wahidin, untuk vaksin Sinovac memiliki syarat untuk penggunanya yaitu berusia antara 18 hingga 59 tahun. “Saya termasuk yang enggak divaksin nanti. Ini diskriminasi di atas 59 tahun enggak divaksin,” ujarnya, kemarin.

Mantan Walikota Tangerang itu mengaku, dirinya sendiri sebenarnya ingin menjadi orang yang juga divaksin. Sebab, dia masuk kelompok rentan terpapar Covid-19.

“Singapura itu anak kecil sampai aki-aki divaksin. Di sana Perdana Menterinya sudah di atas 60 tahun. Jangan dibeda-bedain napa, saya tersinggung, gundah gulana juga ini,” kata WH berseloroh.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku siap divaksin tahap awal sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa vaksin aman dan efektif.

“Saya siap. Tetap, pelaksanaan vaksin yang utama tenaga medis dulu yang menjadi prioritas sebagai garda terdepan,” ujar mantan anggota DPR RI ini. (nna-rbnn/kpc/air)