Kondisi penumpang di Stasiun Rangkasbitung, Jumat (16/2).

LEBAK – Perayaan tahun baru Imlek 2569 yang jatuh pada Jumat (16/2) ini dimanfaatkan oleh para pekerja di berbagai kota untuk berlibur. Seperti halnya Sukardi (40) yang bekerja di Jakarta.

“Ya, libur panjang ini saya manfaatkan untuk pulang ke kampung halaman di Kecamatan Leuwidamar. Saya kerja di Jakarta,” ungkap Sukardi usai turun dari kereta listrik (KRL) di Stasiun Rangkasbitung, Jumat. (16/2).

Libur panjang memang paling dinanti-nanti oleh para pekerja ataupun pegawai negeri sipil. Apalagi tanggal merah yang jatuh pada hari Jumat, karena berdekatan dengan hari libur kerja Sabtu – Minggu (17-18/2).

Terlihat di lokasi, kepadatan penumpang tidak hanya terjadi di rangkaian gerbong kereta, namun di depan stasiun penumpang membludak.

Aab, warga Desa Aweh, yang hendak pergi kerja ke kota Karawang mengatakan, dirinya tidak mengikuti libur dari kalender, melainkan kerjanya tergantung shift.

“Saya kerja di perusahaan jasa, jadi saya libur tidak hanya di tanggal merah. Seperti kemarin saya libur dari Kamis – Jumat ini, jadi besok saya harus kerja,” terangnya.

Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno mengatakan, kepadatan penumpang sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (15/2). Warga sepertinya memanfaatkan libur panjang di tahun baru Imlek ini.

“Lonjakan penumpang meningkatkan sampai 30 persen dari Kamis kemarin sampai hari ini,” jelasnya.

Endarno menambahkan, sejak pagi tadi sampai siang ini penumpang mencapai 8.000, mungkin sampai malam nanti bisa mencapai 35.000 penumpang.

“Lonjakan penumpang kita prediksi sampai hari Minggu itu sekitar 60 persen. Karena hari Seninnya sudah masuk kerja lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Endarno, untuk mengantisipasi lonjakan tersebut PT KAI Rangkasbitung audah menyiapkan 10 gerbong tambahan pada setiap jamnya.

“Ya, untuk gerbong kita sudah tambah, yang biasanya hanya 7-8 gerbong di hari libur ini kita tambah jadi 10 gerbong setiap pemberangkatannya. Alhamdulillah sampai saat ini keberangkatan tidak ada gangguan, semoga tidak terjadi. Karena kami ingin melayani pengguna jasa kereta sebaik mungkin,” katanya. (Omat/twokhe@gmail.com).