Atlet angkat besi PPLP Banten Alif Wildan Hanaf (tengah) foto bersama usai pengalungan medali di GOR Sabililungan, Soreang, Jawa Barat, Kamis (27/4).

SERANG – Tim angkat besi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten semakin percaya diri jelang menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV Jawa Tengah, September 2017. Itu tidak lepas dari capaian sembilan keping medali yang mampu dibawa pulang lifter asuhan Mohammad Yasin dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Satria Remaja I 2017 yang dilangsungkan di GOR Sabililungan, Soreang, Jawa Barat, Sabtu-Kamis (22-27/4).

Kesembilan keping medali yang sukses diraih Alif Wildan Hanaf cs adalah lima keping emas, tiga keping perak, dan sekeping medali perunggu. Lima keping medali emas masing-masing diraih Alif Wildan Hanaf (tiga emas) dan Mohammad Nandi (dua emas). Sementara tiga keping perak disumbang Rizki Juniansyah (dua perak) dan Mohammad Nandi (satu perak). Sedangkan sekeping perunggu direbut Rizki Juniansyah.

Tiga keping medali emas dari Alif Wildan Hanaf yang turun di kelas +94 kilogram diraih dari angkatan clean and jerk seberat 127 kilogram, angkatan snatch seberat 85 kilogram, dan total angkatan seberat 212 kilogram. Sementara Mohammad Nandi yang turun di kelas 77 kilogram menyumbang dua keping medali emas dari angkatan clean and jerk seberat 140 kilogram dan total angkatan seberat 240 kilogram. Sedangkan sekeping medali perunggu disabet Mohammad Nandi dari angkatan snatch seberat 100 kilogram.

Sementara lifter masa depan Banten lainnya, yakni Rizki Juniansyah yang turun di kelas 62 kilogram meraih dua medali perak masing-masing dari angkatan snatch seberat 83 kilogram dan total angkatan seberat 186 kilogram. Tidak hanya dua keping medali perak, Rizki juga menyumbang sekeping medali perunggu dari angkatan clean and jerk seberat 103 kilogram.

Menyikapi hasil yang diraih anak asuhnya, Kepala Pelatih Angkat Besi PPLP Banten Mohammad Yasin mengaku puas. Tidak hanya puas lantaran Rizki cs mampu membawa pulang sembilan keping medali, akan tetapi lantaran lifter asuhannya mengalami peningkatan angkatan.

“Kayak Mohammad Nandi, angkatannya mengalami peningkatan yang luar biasa. Dia mampu memecahkan rekor angkatannya sendiri. Seperti di angkatan clean and jerk, di kejurnas dia mampu angkat beban seberat 140 kilogram atau lebih banyak sepuuluh kilogram dari hasil tes angkatan. Begitu juga pada angkatan snatch yang mengalami peningkatan empat kilogram dari 96 kilogram ke 100 kilogram. Alif dan Rizki juga mengalami peningkatan angkatan dan kami semakin optimistis menghadapi popnas nanti,” kata mantan lifter nasional itu kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler miliknya, Kamis (27/4).

Pria tambun yang biasa akrab dipanggil Yasin itu menambahkan, sebenarnya tim PPLP Banten berkekuatan enam lifter di kejurnas ini. Namun, satu atlet gagal tampil dan dua atlet lainnya belum mampu meraih prestasi terbaik. “Abdul Aziz yang merupakan andalan kami tidak bisa turun lagi karena sudah masuk kategori atlet junior. Kalau Aziz bisa turun, saya berani target minimal tujuh keping emas. Sedangkan dua atlet lainnya, Tb Dafi Wijaya (kelas 62 kilogram) mengalami cedera ringan dan Gunawan (kelas 50 kilogram) masih kurang pengalaman. Tapi, kami yakin di popnas nanti mereka semua, selain Aziz, akan mampu berbicara banyak,” imbuhnya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Balai PPLP Banten Asep Suhara meminta, tim angkat besi PPLP tidak terlena dan berpuas diri dengan hasil yang diraih di kejurnas. “Yang perlu diingat adalah tujuan utama kita, yaitu prestasi terbaik di Popnas XIV Jawa Tengah, September 2017. Cukup jadikan hasil ini sebagai modal menuju popnas. Kami berharap prestasi yang sudah maksimal dipertahankan dan yang belum optimal ditingkatkan. Jangan sampai terlena,” ucapnya. (Andre Adisas Putra)