Lifter Putri Banten Terus Matangkan Penguasaan Teknik

Lifter putri Banten Endang Setiarini berlatih rutin di Sasana Bulldog Gym, RSS Pemda, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (9/1/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Lifter putri Banten Endang Setiarini (kelas 75 kilogram putri) menjadi satu-satunya wakil Banten yang mampu meraih tiket lolos ke PON XIX Jawa Barat 2015 cabang olahraga (cabor) angkat besi. Endang menempati peringkat keempat di Pra-PON Angkat Besi 2015 yang dilangsungkan di Soreang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Angkat besi Banten hampir saja tanpa wakil di PON XIX Jawa Barat 2016. Itu setelah dua lifter putra, yakni Abdul Aziz (kelas 56 kilogram) dan Muhammad Nandi (kelas 62 kilogram) gagal meraih tiket. Diketahui, di Pra-PON lalu cabor angkat besi hanya mengirim tiga lifter.

Menjadi satu-satunya lifter yang lolos membuat insan angkat besi Banten mengantung harapan besar terhadap Endang di PON XIX Jawa Barat 2016. Untuk itu, pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON harus dijalni semaksimal mungkin.

Kepala Pelatih Angkat Besi Banten Mohammad Yasin mengatakan, dari awal pihaknya hanya menargetkan Endang yang lolos lantaran dua lifter putra masih kategori junior. “Kami tidak punya lifter putra senior yang berkualitas. Kami mengirim lifter junior lantaran di seleksi daerah, mereka mampu mengalahkan lifter senior. Kalau kategori putri, Endang memang yang terbaik. Dari awal kami memang sudah menargetkan lolos PON,” kata Yasin kepada Radar Banten di sela memimpin latihan di Sasana Bulldog Gym, RS Pemda, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (9/1/2016).

Mantan lifter nasional itu menambahkan, peluang Endang meraih medali di PON nanti cukup besar. Hanya saja Endang harus bekerja keras selama pelatda untuk mematangkan penguasaan teknik. “Yang perlu diperbaiki sangat banyak, tapi yang paling penting adalah menguasai teknik. Sebenarnya Endang bukan pemain baru diangkat besi, hanya saja tahun 2014 Endang sempat hijrah dari angkat besi dan menekuni angkat berat. Teknik angkat besi dan angkat berat jauh berbeda. Kalau teknik sudah dikuasai, kami optimistis di PON nanti. Kalau jam terbang dan pengalaman, jangan ditanya lagi. Dia (Endang) salah satu lifter senior,” imbuh Yasin.

Sementara itu, Asisten Pelatih Angkat Besi Banten Diding Mulyadi menyatakan, peluang Endang meraih medali di PON terbuka lebar. Itu tak lepas dari persaingan empat besar di Pra-PON tidak terlalu jauh. “Jumlah angkatan Endang dengan peraih medali perak dan perunggu tidak terpaut jauh. Bahkan PON nanti kami menargetkan Endang bersaing di medali emas,” ucapnya.

Bahkan, di Pra-PON beberapa waktu lalu, Endang bisa saja meraih medali. Namun, pihaknya tidak ingin memaksakannya. “Kalau kami paksakan, Endang bisa saja meraih medali. Tapi, ini bagian dari taktik agar Endang tidak diperhitungkan di PON nanti. Tapi, kami berjanji di PON nanti Endang akan tampil habis-habisan demi medali bagi Banten,” pungkasnya. (RB/dre/air/dwi)