Lima ASN Dipanggil Bawaslu

Diduga Kampanyekan Bakal Calon Walikota

CILEGON – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cilegon menjadwalkan pemanggilan lima aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Cilegon. Pemanggilan itu berkaitan dugaan kampanye untuk bakal calon walikota Cilegon Ratu Ati Marliati.

Kelima aparatur negara yang dipanggil itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Ismatullah, Kepala Bidang SMP Dindik Kota Cilegon Suhendi, Kasi Trantib Kecamatan Grogol Burhanudin, salah satu guru SMP Al-Khairiyah Jombang Dody Setiawan, dan guru SMP Al-Islah Heri.

Kemarin, Kamis (5/3), Bawaslu telah melakukan pemanggilan kepada Burhanudin, Dody Setiawan, dan Heri. Sedangkan Ismatullah dan Suhendi dijadwalkan hari ini, Jumat (6/3).

Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menjelaskan, pemanggilan itu berdasarkan temuan Bawaslu Kota Cilegon jika kelima ASN diduga melakukan upaya kampanye pada acara reuni alumni SMA Al-Islah, Sabtu (1/3) lalu.

Kelimanya mengucapkan yel-yel yang mengarah pada dukungan kepada bakal calon walikota Cilegon Ratu Ati Marliati. “Kita lagi dalamin, kita mencari keterangan,” ujar Siswandi, Kamis (5/3). Menurutnya, ASN telah diatur oleh undang-undang untuk bersikap netral dalam momentum pemilu. Karena itulah pihaknya melakukan penindakan kepada kelima aparatur tersebut.

Jika pada proses pendalaman kelima aparatur itu terbukti melanggar peraturan ASN terkait netralitas maka Bawaslu Kota Cilegon akan memberikan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta Walikota Cilegon Edi Ariadi. Kata Siswandi, Bawaslu tidak mempunyai hak untuk memberikan sanksi. Pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi sesuai dengan keterangan yang berhasil diperoleh.

Salah satu ASN yang dipanggil kemarin, Dody Setiawan mengaku tak merasa melakukan hal-hal yang berseberangan dengan aturan ASN. Ia pun datang ke acara hanya untuk memenuhi undangan reuni.

Kendati seperti itu, ia mengaku akan kooperatif dengan ketetapan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Kota Cilegon. Sehingga kapan pun ia diminta untuk memberikan keterangan, ia akan memenuhi permintaan tersebut. “Saya ikuti aturan saja, muaranya ke arah mana enggak tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi pun mengaku telah memanggil kelima ASN tersebut untuk mendengarkan penjelasan secara langsung. Edi berharap peristiwa yang terjadi menjadi pelajaran bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Cilegon untuk tidak ikut-ikutan dalam segala aktivitas yang berkaitan dengan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon. “Yah memang ASN itu harus hati-hati sekarang, banyak alat informasi yang gak ketahuaan,” ujarnya.

Disinggung soal sanksi, Edi tidak menjawab gamblang, ia hanya mengaku menyerahkan persoalan itu ke Bawaslu Kota Cilegon. (bam/ags)