Lima Cara Membangun Semangat saat Anak Kembali Bersekolah

SETELAH hampir satu bulan anak-anak libur sekolah, menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk membantu mereka kembali bersekolah.

Sebab, anak-anak memerlukan adaptasi kembali pada jam sekolah. Segala kebiasaan saat liburan pun harus dikontrol dengan segudang kegiatan belajar.

Untuk itu, diperlukan peran orang tua agar buah hati tidak kaget dan tetap semangat menjalani sekolah di tahun ajaran baru.

Bagaimana caranya? Yuk simak ulasannya berikut.

1. Mulai Membaca Buku Pelajaran

Liburan bisa membuat anak lupa akan pelajaran di sekolah. Untuk mengingatkan anak kembali akan pelajaran disarankan mulai menyelipkan beberapa buku edukasi ke dalam bacaannya di sela-sela akhir liburan.

Buku edukasi yang menarik dan penuh gambar bisa membantu anak menyimak dengan senang.

2. Tidur Cukup dan Mulai Bangun Pagi

Mengembalikan jam tidur menjadi normal juga penting untuk membiasakan anak-anak menghadapi rutinitas bersekolah.

Dengan jumlah jam tidur yang cukup dan membiasakan kembali bangun pagi dan berkegiatan seperti mandi dan sarapan akan membuatnya merasa lebih segar ketika bangun di pagi hari dan memulai harinya saat kembali ke sekolah nanti.

3. Daftar Kegiatan Sekolah

Selain mengingatkan untuk belajar, anak juga akan semangat apabila diingatkan aktivitas yang dapat mereka lakukan di sekolah, terutama yang melibatkan teman-temannya. Bantu mereka untuk menyusun daftar kegiatan yang bisa dilakukan setelah sekolah mulai.

4. Anak Bertemu Teman-temannya

Coba untuk ajak anak bertemu dan bermain dengan teman-teman baiknya di sekolah menjelang akhir liburannya.

Sehingga dia akan mengingat betapa serunya rutinitas bersekolah bersama dengan temannya itu dan menanti saat sekolah dimulai dengan gembira.

5. Persiapkan Kebutuhan Sekolah

Perlengkapan sekolah baru juga bisa menjadi hal yang membuat anak Anda semangat bersekolah.

Mulai dari seragam, sepatu, tas, alat tulis sampai aksesoris yang lucu dan imut dengan beraneka bentuk.

Dengan datang ke mal dan department store mungkin akan memakan waktu lama dan meletihkan, terlebih lagi dengan kondisi harus tetap memperhatikan aktivitas anak. (ika/jpc)