Lima Cara Praktis yang Efektif Cegah Meningitis

MENINGITIS menjadi suatu penyakit berbahaya yang kerap muncul tanpa disadari. Ini karena penyakit tersebut memiliki gejala yang sangat umum, sehingga baru terdeteksi saat kondisi pasien sudah dalam bahaya.

Menurut dr. Sepriani Trimurtini Limbong dari KlikDokter, meningitis adalah radang selaput otak yang terjadi akibat adanya infeksi virus, bakteri atau jamur. Keadaan ini lebih sering menimpa bayi, anak dan usia lanjut, meski tak menutup kemungkinan menyerang semua golongan usia.

Gejala meningitis

Meningitis memberikan gejala yang sangat bervariasi, tergantung usia penderitanya.

Gejala meningitis pada anak dan orang dewasa

Pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa, gejala meningitis dapat berupa demam, sakit kepala, kaku leher dan penurunan kesadaran.

“Demam terjadi secara tiba-tiba, dengan suhu yang mencapai 40°C. Kondisi ini biasanya diikuti dengan hadirnya sakit kepala hebat dan kaku di leher, yang membuat penderita sulit menundukkan kepala,” kata dr. Sepri.

Pada kondisi yang sudah terlanjur parah, lanjut dr. Sepri, penderita meningitis dapat mengalami penurunan kesadaran, misalnya bicara meracau hingga tak sadarkan diri.

Tak sekadar itu, meningitis juga dapat menyebabkan terjadinya keluhan badan lemas, ruam merah di kulit, merasa silau saat terpapar cahaya terang, muntah-muntah dan kejang.

Gejala meningitis pada bayi

Gejala meningitis pada bayi terlihat tidak khas. Biasanya, yang timbul adalah demam, bayi tampak rewel dan tidak mau makan atau menyusu. Di samping itu, bayi juga sering menangis dengan suara tinggi atau menjerit, tampak sangat lemas dan mengantuk, hingga kejang-kejang.

“Pada bayi yang ubun-ubunnya masih terbuka, kepala terlihat seperti menonjol dan keras,” lengkap dr. Sepri.

Jika meningitis tidak diobati

Meningitis yang terjadi secara berkelanjutan atau tidak mendapatkan penanganan tepat akan menimbulkan sejumlah komplikasi. Berikut beberapa di antaranya:

– Kehilangan pendengaran maupun penglihatan, sebagian atau seluruhnya
– Konsentrasi atau ingatan yang terganggu hingga lumpuh otak
– Badan lemas terus-menerus
– Gangguan bicara, keseimbangan dan koordinasi tubuh
– Munculnya jaringan mati seperti pada diabetes (gangrene)
– Kematian.

Cara mencegah meningitis

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ya, meski sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa, penyakit ini bisa dicegah. Berikut tips yang bisa Anda lakukan:

1. Cuci tangan secara berkala

Meningitis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus maupun jamur. Karena itu, cara terbaik untuk mencegah kejadian penyakit ini adalah dengan memastikan bahwa tangan selalu bersih setiap saat.

Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, khususnya sebelum makan, setelah menggunakan toilet, seusai beraktivitas dan sebelum menyentuh hidung, mata atau mulut.

2. Tidak bertukar pakai alat-alat pribadi.

Hindari bertukar pakai peralatan pribadi, seperti sendok, gelas, sikat gigi, handuk, alat cukur dan lainnya, meskipun dengan anggota keluarga sendiri. Jikapun ingin demikian, pastikan Anda membersihkan alat-alat tersebut dengan seksama sebelum digunakan.

3. Pastikan rumah selalu bersih.

Jaga kebersihan rumah secara menyeluruh. Pastikan rumah Anda terbebas dari hewan yang dapat menularkan penyakit, seperti lalat, kecoak, atau tikus.

4. Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

Pastikan kebutuhan gizi Anda selalu terpenuhi, dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Hal ini bertujuan agar daya tahan tubuh Anda tetap optimal, sehingga virus, bakteri maupun jamur berbahaya tak mudah menginfeksi.

5. Vaksinasi sejak dini.

Lakukan vaksin HiB atau Haemophillus influenza tipe B sejak dini. Berdasarkan pemaparan dr. Sepri, vaksin HiB diberikan di usia 2, 3 dan 4 bulan, lalu diulang kembali di usia 18 bulan.

Ingatlah bahwa meningitis alias radang selaput otak adalah penyakit berbahaya yang dapat merenggut nyawa penderitanya. Lakukan tips di atas untuk mencegah penyakit ini. Jika beberapa hari belakangan Anda merasa mengalami gejala yang mengarah pada meningitis, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan untuk sembuh juga semakin tinggi. (RVS/klikdokter/JPNN)