Lima Kiat Atasi Stres Saat Jagoan Kalah di Final Piala Dunia

FINAL Piala Dunia 2018 mempertemukan dua tim kuat, yakni Prancis dan Kroasia. Saat tim jagoan kalah di babak final, pastinya akan timbul rasa kecewa yang mendalam. Meski begitu, ada beberapa cara untuk menghilangkan stres karena tim andalan kalah di Piala Dunia.

Stres adalah kondisi di mana Anda terbebani oleh pikiran karena mengalami rasa kecewa. Efeknya sangat merugikan, terlebih jika sudah sampai pada tingkat yang lebih parah, yakni mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

“Belakangan, stres sering dihubungkan dengan kondisi mematikan, seperti penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Karena itu, mencegah dan menghadapi stres adalah tantangan tersendiri bagi Anda yang ingin hidup sehat lebih lama,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Stres yang tidak ditangani dengan baik bisa mengurangi semangat bekerja, dan membuat seseorang menunda atau bahkan menghindari kegiatan yang menjadi kewajibannya. Akibatnya, terjadilah stres berkepanjangan.

“Bila dibiarkan, stres berkepanjangan dapat berujung pada depresi yang kemudian bisa memicu gangguan mental, yang berdampak lebih buruk daripada stres,” imbuh dr. Vito A. Damay dari KlikDokter.

Pada awalnya Anda bisa jadi hanya merasa stres. Lalu lambat-laun menjadi murung, kinerja menurun, sulit berkonsentrasi, sulit tidur dan makan, bahkan bisa jadi muncul keinginan untuk menyakiti diri hingga bunuh diri.

Cara agar terhindar dari stres

Selama pertandingan sepak bola berlangsung, tentunya Anda akan mengalami kekecewaan ketika tim yang dijagokan akhirnya tidak memenuhi ekspektasi. Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan cara berikut:

1. Ucapkan selamat kepada kubu lawan.

Memuji penggemar lawan dari tim jagoan Anda adalah cara yang berkelas untuk menerima kekalahan. Meski awalnya Anda mungkin memiliki reaksi spontan terhadap kekalahan tersebut, tetap tawarkan jabat tangan dan berikan ucapan selamat untuk menunjukkan sportivitas Anda.

2. Buat daftar keuntungan.

Buat daftar hal-hal yang Anda peroleh setelah terlibat sebagai pendukung tim yang dijagokan. Penting untuk diingat bahwa persaingan adalah sebatas kemenangan dan kekalahan.

Jadi, tuliskan berbagai manfaat yang Anda peroleh, misalnya mendapat teman baru, meningkatnya pengetahuan soal sepak bola, dan lain sebagainya. Cara ini bisa digunakan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang positif, sehingga Anda bisa menerima kekalahan yang ada.

3. Beri apresiasi pada diri sendiri

Beri apresiasi pada diri sendiri dengan sebuah hadiah. Menang atau kalah, kerja keras Anda pantas untuk dihargai. Belilah barang kesukaan atau lakukan wisata kuliner ke restoran yang sudah lama ingin Anda datangi.

Menerima kekalahan dalam sebuah kompetisi memang butuh waktu. Namun, terlalu lama larut dalam kesedihan juga tidak baik. American Heart Association mengatakan, sebanyak 33 persen orang terkena serangan jantung akibat depresi atau sedih yang terlalu lama.

4. Konsumsi makanan bergizi.

Stres dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Beberapa makanan yang bisa Anda jadikan pilihan misalnya pepaya, labu beserta biji, alpukat, kacang almon, ikan salmon, dan teh pepermint.

Ingatlah untuk selalu memerhatikan porsi saat mengonsumsinya. Jangan sampai berlebihan, karena hal ini justru akan semakin memperburuk keadaan.

5. Lakukan meditasi.

Masih merasa stres setelah kesebelasan andalan kalah di babak final Piala Dunia? Cobalah untuk mencari tempat yang tenang dan sepi, tutup mata, kemudian tarik dalam-dalam napas Anda. Cobalah untuk mengeluarkan segala hal negatif yang menyangkut di pikiran dan hati Anda.

Jagoan kalah di final Piala Dunia? Tak perlu bersedih terlalu lama. Lakukan berbagai tips di atas agar Anda terhindar dari stres dan depresi yang berujung pada percobaan bunuh diri. Yuk, tetap semangat dan jangan berhenti memberi dukungan untuk tim kesayangan Anda!(NP/ RVS/klikdokter)