Lima Kondisi Wajah ini Gambarkan Kesehatan Anda

PERUBAHAN wajah mengambarkan kondisi kesehatan. Keadaan seperti ini kerap dibicarakan dan menjadi alarm bagi seseorang yang sudah paham.

Tujuannya untuk mengambil ancang-ancang sebelum terjadi berbagai gangguan kesehatan pada tubuh.

Faktanya, berbagai organ dan sel yang ada di balik kulit wajah Anda turut terhubung dengan anggota tubuh lainnya. Maka, jika sedang terjadi gangguan di bagian tubuh lain, bukan tak mungkin wajah Anda juga akan terkena dampaknya.

Perubahan wajah dan kondisi kesehatan.

Dilansir dari Livestrong, berikut lima perubahan wajah yang turut menggambarkan kondisi kesehatan Anda:

1. Tumbuhnya rambut wajah.

Bagi wanita, rambut wajah yang tidak diinginkan bisa menjadi tanda hormon yang tidak seimbang. Salah satu penyebab keadaan ini adalah kelebihan hormon androgen, hormon yang dibuat oleh kelenjar gonad dan adrenal.

Selain itu, tumbuhnya rambut wajah juga bisa jadi tanda sindrom ovarium polikistik, terutama jika disertai siklus menstruasi yang tidak teratur. Kehamilan dan menopause juga bisa menjadi pencetus dari keadaan tersebut.

2. Jerawat.

Meski bervariasi antar satu kasus ke kasus lain, salah satu penyebab potensial dari jerawat adalah pola diet Anda. Beberapa penelitian menunjukkan, risiko terjadinya jerawat menurun ketika Anda menerapkan diet indeks glikemik rendah. Diet ini melibatkan tepung putih, gula dan makanan olahan, serta meningkatkan asupan sayuran serta biji-bijian.

Sementara itu, jika Anda minum susu, apalagi dalam jumlah berlebihan, potensi terjadinya jerawat bisa semakin tinggi. Ini karena susu diduga bisa membuat sebum semakin aktif untuk memproduksi minyak, yang pada akhirnya turut meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

3. Lingkaran hitam di bawah mata.

Kurang tidur tidak selalu berdampak pada lingkaran hitam di bawah mata. Kondisi ini juga bisa merupakan indikasi bahwa tubuh Anda menemukan racun atau hal yang memicu munculnya reaksi alergi.

Untuk menghindari keadaan tersebut, kurangilah makanan penyebab alergi – seperti susu, gluten dan telur – selama 10 hari untuk melihat apakah gejala tersebut berkurang. Jika tidak berhasil, cobalah lakukan tes alergi untuk melihat seberapa besar sensitivitas tubuh pada lingkungan seperti jamur, bulu binatang peliharaan, atau serbuk sari.

4. Bintik-bintik kecil.

Bintik-bintik kecil kerap disalahartikan sebagai jerawat kecil dan diberi obat yang bersangkutan. Tetapi, kondisi tersebut sebenarnya dikenal sebagai keratosis pilaris, suatu kondisi kulit yang terjadi ketika Anda tidak mendapatkan cukup asam lemak esensial, seng, atau vitamin A.

Jika tak ingin mengalami keadaan tersebut, tingkatkan konsumsi asam lemak esensial seperti omega-3 dari ikan salmon, serta makanan yang kaya vitamin A seperti ubi jalar dan sayuran berdaun hijau gelap.

5. Bibir pecah-pecah.

Bibir pecah-pecah bisa menjadi gejala dari kurangnya asupan niasin atau mineral zink. Vegan dan vegetarian memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keadaan ini, karena niasin dan zink lebih banyak terdapat pada produk hewani–seperti ayam, hati, dan ikan.

Itulah sederet perubahan wajah yang turut menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Jika mengalami beberapa di antaranya, periksa kembali apakah kebutuhan gizi harian terus terpenuhi atau Anda justru sedang mengalami penyakit tertentu. Apabila perubahan wajah tersebut terasa sangat mengganggu, segera periksa ke dokter. (NB/RVS/JPNN)