Lima Parpol Belum Penjaringan Walikota Cilegon

Ketua DPD Partai Berkarya Kota Cilegon Sabihis

CILEGON – Penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota yang digelar Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional (PAN) disambut antuasias sejumlah tokoh politik di Kota Cilegon. Namun lima parpol yaitu Golkar, Demokrat, Berkarya, Gerindra, dan PKS belum melakukan penjaringan.

Partai Golkar misalnya, sebagai partai pemenang Pemilu 2019 yang meraih sepuluh kursi DPRD Cilegon, hingga kemarin belum membahas secara khusus masalah pilkada.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas pun mengaku belum bisa memastikan apakah Golkar akan menyelenggarakan penjaringan atau tidak. “Kita belum ngobrol, jadi yah belum pasti mau menjaring atau enggaknya,” ujar Sutisna kepada Radar Banten, Selasa (15/10).

Rapat pengurus, lanjut Sutisna, persiapan pilkada akan dibahas pada akhir November mendatang. Pada rapat tersebut akan ditentukan apakah Golkar akan mengikuti atau tidak langkah PDIP, NasDem, dan PAN yang telah menggelar penjaringan.

Kata Sutisna, sikap Partai Golkar tersebut bukan berarti menunjukkan Golkar telah mengunci satu sosok yang akan diusung dalam pilkada, yakni Ratu Ati Marliati sebagai calon walikota Cilegon. “Secara resmi partai belum menetapkan siapa pun yang akan diusung. Belumlah, kita masih dinamis,” tuturnya.

Secara terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh malah enggan menyelenggarakan penjaringan. Mekanisme internal dinilai lebih efisien dan efektif dalam menentukan pilihan calon kepala daerah. “Supaya cepat diputuskan siapa yang akan diusung. Jadi bagi calon yang mau mendapat rekomendasi, silakan lakukan komunikasi baik di tingkat DPC, DPD, dan DPP,” ujar Rahmatulloh.

Menurutnya, Partai Demokrat kini mempunyai dua kursi di DPRD Kota Cilegon. Meski masih kurang cukup, tetapi bukan berarti tidak punya pengaruh dalam menghantarkan bakal calon untuk maju pada pilkada nanti. “Saya maunya cukup mekanisme internal saja. Tetapi DPD Demokrat Provinsi Banten telah menginstruksikan kepada seluruh DPC untuk menyusun kelompok kerja penjaringan kepala daerah Pilakda 2020. Makanya kami akan mengikuti instruksi tersebut, tapi waktunya belum ditentukan,” tuturnya.

Sementara itu DPD Partai Berkarya Kota Cilegon juga tampak adem ayem dalam menghadapi kontestasi pilkada. Bermodal empat kursi di DPRD Kota Cilegon, Berkarya disebut-sebut sudah mengunci tiket dukungan bakal calon walikota untuk Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten Helldy Agustian.

Namun, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Cilegon Sabihis menampik bila mesin politiknya dianggap belum panas. Pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari DPW Partai Berkarya Provinsi Banten dan DPP Partai Berkarya sebelum melangkah lebih detail masalah pilkada. “Kita masih menunggu restu,” tuturnya.

Partai Berkarya selama ini gencar menyuarakan nama Helldy Agustian untuk maju di Pilkada 2020 mendatang. Bahkan partai tersebut sudah mendatangi penjaringan yang diselenggarakan oleh Partai NasDem dan PAN serta partai lain.

Di bagian lain, DPC Partai Gerindra Kota Cilegon yang punya modal enam kursi DPRD Cilegon juga belum terlihat adanya geliat menjelang Pilkada 2020. Namun, fungsionaris Gerindra Cilegon Sokhidin mengaku sudah membentuk tim dan akan menggelar penjaringan bakal calon walikota pada Januari 2020. “Nanti awal tahun baru kita gelar,” jelas Sokhidin.

Sedangkan PKS yang punya modal empat kursi DPRD sepertinya tidak membuka penjaringan. Partai berasas Islam itu menyatakan sudah menggelar pemilu internal yang merekomendasikan tiga nama, yakni Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar, Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun, serta mantan ketua DPD PKS Cilegon Amal Irfanudin. (bam-ibm/ags)