TANGSEL – Tersangkut narkoba, sebanyak lima orang berhasil diamankan polisi dalam razia Sabtu (12/8) lalu. Mereka ditangkap dari tiga tempat berbeda. Kelimanya diketahui positif mengonsumsi zat metamfetamin dan sabu saat pemeriksaan urine.

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Agung Nugroho mengatakan, kelimanya adalah pendatang baru di Kota Tangsel dengan berbagai status pekerjaan. Mereka adalah Ade Yulia (19) dan Angelia Karundeng (19), mahasiswi salah satu universitas swasta di Kota Tangsel. Lalu, Priyanto juga ngekos di tempat yang sama, yakni di Jalan Raya Bhayangkara, Pakujaya, Kecamatan Serpongutara.

”Sedangkan Anggi Mega Putri (27) ditangkap di kos-kosannya di BSD City, Serpong. Dan terakhir, Jicris Syahputra (38) di Pondokjagung Timur, Serpongutara,” kata Agung.

Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seluruh pengguna tengah dilakukan asesmen. ”Ya asesmen terpadu Kota Tangsel, supaya mereka enggak makai lagi narkoba apapun alasannya,” ujar Agung.

Pria berperawakan tinggi itu mengimbau para pemilik indekos di Tangsel untuk memerhatikan identitas dan tingkah laku penyewa. Sebab, Tangsel merupakan daerah yang kerap dijadikan tempat interaksi antara bandar dan pengguna narkoba.

Dari informasi yang dihimpun, razia dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bersama Polri. Razia itu diberi nama operasi P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba). Sejumlah kos-kosan didatangi petugas.

Sementara itu, Kabid Pencatatan Kependudukan Heru Sudarmanto mengatakan, operasi ini guna menjaring pendatang yang tidak memiliki kartu identitas.

”Sebagai tuan rumah kita enggak mau rumah kita disalahgunakan. Apalagi untuk tindak laku kriminal dan kejahatan. Dan terbukti, itu yang positif tidak memiliki kartu identitas,” kata Heru.
Dalam operasi tersebut Heru meyakinkan kepada pengelola indekos untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap penghuninya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kejahatan di Tangsel. (mg-04/asp/sub)