Lima RW Berani Tampil

0
387 views

BOJONEGARA – Lima RW di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, unjuk gigi. Tim 40 Juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 pun semangat memberikan penilaian. Bukan hanya karena dari hasil penataannya. Tetapi juga karena jumlah RW di desa ini yang berani tampil di lomba bergengsi antar-RW tersebut bertambah.

Kedatangan tim penilai di lima RW ini disambut dengan tari Selamat Datang, rebana oleh ibu-ibu, dan pencak silat oleh anak-anak. Camat Bojonegara Sutikno, Danramil Bojonegara Mayor Rusdiyanto, dan Kepala Desa Margagiri Ruhul Amin ikut mendampingi tim juri saat melakukan penilaian.

Di Desa Margagiri sebenarnya ada sembilan RW, RW 01 hingga RW 09. Namun, saat penilaian tahap pertama awal November lalu, hanya dua RW yang berani tampil. Yakni, RW 02 di Kampung Kepaten dan RW 03 di Kampung Baketor.

Ketika penilaian tahap dua dilaksanakan, kemarin (30/11), jumlah RW di Desa Margagiri yang berkompetisi bertambah tiga. RW 01, RW 04, dan RW 05. Bersama RW 02 dan RW 03, seluruh wilayah ketiga RW itu ikut ditata. Telah disiapkan untuk dinilai.

Menurut salah satu juri, Winarni, warga di Desa Margagiri sudah mempersiapkan lingkungan masing-masing dengan matang. Setiap sudut diberi hiasan dan penghijauan.

“Warga sangat luar biasa, mereka menunjukkan hasil penataan yang maksimal,” kata Kabid Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang tersebut.

Winarni menjelaskan bahwa warga dari kelima RW yang tampil di LKBA memberikan sambutan hangat kepada juri. Warga percaya diri setelah membuat kampungnya menjadi bersih dan indah. Di lima RW ini telah dibangun taman.

Kolam lele juga dibuat warga sebagai ketahanan pangan. Kolam ikan air tawar ini berada di RW 04 dan RW 05.

“Di setiap pekarangan rumah tuh pasti ada tanaman hiasnya. Lahan yang kosong juga dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Winarni.

Juri dari TNI, Sertu Gatot Sukirwan, menilai bahwa partisipasi warga lima RW tersebut sangat besar. Hal itu juga terlihat dari kesiapan administrasi, meski alat kelengkapan pos ronda masih perlu dilengkapi.

“Benar-benar luar biasa, SK (surat keputusan dari kepala desa tentang pembentukan kelompok sadar lingkungan dan kelompok sadar hukum-red) semua lengkap,” tandasnya. (mg06/don)