Lima Tambang Galian C Diduga Ilegal

Lokasi galian yang diduga tidak mengantongi izin di Kecamatan Jawilan. FOTO: ANAS FOR RADAR BANTEN

SERANG – Sebanyak lima lokasi pertambangan tanah atau galian C di sepanjang Jalan Cikande-Rangkasbitung, Kecamatan Jawilan diduga tidak mengantongi izin lengkap. Aktivitas galian juga dinilai meresahkan warga karena mengotori jalan.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Cikande-Rangkasbitung (Cirabit) Anas Mathofani melalui sambungan telepon seluler, Selasa (6/8). Anas mengklaim, warga di wilayahnya mengeluhkan aktivitas galian C yang dinilai sudah menimbulkan dampak negatif. Salah satunya, jalan menjadi kotor, licin, dan berdebu akibat tanah merah yang berceceran dari truk yang diduga milik perusahaan penambang yang melintas. “Enggak sedikit yang kecelakaan di lokasi jalan dekat tambang. Ada lima titik galian C di Jawilan,” ungkapnya.

Kelima lokasi tambang itu, disebutkan Anas, berada di wilayah Desa Parakan, dua lokasi di kawasan Desa Pasirbuyut, dan dua lokasi di wilayah Desa Cemplang. “Semuanya diduga tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah, desa saja tidak tahu,” tudingnya.

Anas berharap, pemerintah menindaklanjuti keluhannya dan segera menutup kegiatan penambangan di lima lokasi tersebut karena dituduhnya sudah merugikan warga sekitar. “Jangan berdiam diri menutup mata dan telinga, ada aktivitas galian C yang tidak mengantongi izin. Aparat kepolisian juga kita harapkan mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.

Menurut Anas, aktivitas galian C yang mengantongi izin lengkap tidak akan berdampak negatif terhadap lingkungan warga. “Kita inginkan mereka usaha mengantongi izin agar berbagai aspek lingkungan yang berdampak bisa teratasi,” tukasnya.    

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Jawilan, Ubaidillah membenarkan, kelima aktivitas penambangan di wilayahnya belum berizin, tetapi sudah mendapat rekomendasi warga sekitar dan pemerintah desa. “Galiannya kecil, lahannya milik perorangan dan perusahaan,” kilahnya.

Dijelaskan Ubaidillah, aktivitas galian C di wilayahnya dilakukan perusahaan untuk pemerataan tanah. Ia berkelit, belum mendapatkan keluhan dari masyarakat setempat. “Masyarakat masih kondusif, dan aktivitas galian dapat persetujuan dari masyarakat dan desa, ini juga kan bukan galian besar,” ucapnya. (jek/zai/ags)