Lima Tempat Hiburan di Cikande Disegel

0
220

CIKANDE – Dinilai melanggar aturan, petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menyegel lima bangunan yang dijadikan tempat hiburan malam di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Jumat (27/10) malam.

Sebelum proses penyegelan, petugas Dinas Satpol PP dibantu anggota Polsek Cikande, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menyusuri beberapa tempat hiburan yang lebih dikenal dengan sebutan lapo (lepau) itu sekira pukul 21.30 WIB. Alhasil, petugas langsung menggeledah lima tempat hiburan yang kedapatan melayani jasa biliar dan karaoke. Petugas juga memeriksa identitas pengunjung dan pegawai tempat hiburan, sebelum akhirnya menyegel kelima tempat hiburan tersebut. Segel berwarna merah dipasang pada bagian depan gedung.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hanafi mengatakan, penertiban terhadap tempat hiburan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat dan Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung dan Lingkungan.

“Lima tempat hiburan yang kita segel,” ungkap Hanafi.

Dijelaskan Hanafi, kelima tempat hiburan disegel karena melanggar aturan perizinan dan sudah meresahkan warga setempat. “Masa waktu penyegelan tujuh hari kalender sejak ditertibkan. Setelah itu harus dilakukan pembongkaran. Bisa dilakukan sendiri atau dibongkar paksa oleh petugas,” tegasnya.

Selain menyegel bangunan tempat hiburan, kata Hanafi, petugas juga mengamankan beberapa botol minuman keras termasuk satu ember besar berisi minuman keras jenis tuak, serta beberapa alat permainan biliar.

“Semua barang yang disita langsung kita musnahkan dan dibuang disaksikan pengelola tempat hiburan, kepala desa, dan masyarakat,” ucapnya.

Camat Cikande Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya sering menerima laporan dari warga yang protes keberadaan lapo di wilayahnya. Lantaran itu, keberadaan lapo langsung dilaporkan kepada Dinas Satpol PP agar ditertibkan.

Dikatakan Ajat, lapo di wilayahnya sudah beroperasi tahunan, tetapi belum memiliki izin usaha dan operasional. “Sejak saya tugas di Cikande, lapo itu sudah ada,” ujarnya.

Ajat berjanji untuk terus melakukan pengawasan terhadap lapo yang disegel Dinas Satpol PP. “Kalau belum dibongkar, kita akan terus koordinasikan dengan Satpol PP,” pungkasnya. (Rozak/RBG)