Lima Warga Baduy Datangi KPU Kota Tangerang, Ada Apa?

0
508 views
Warga Baduy Luar mendatangi kantor KPU Kota Tangerang, Selasa (21/2).

TANGERANG – Sebanyak lima warga Baduy Luar dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, mendatangi kantor KPU Kota Tangerang di Jalan Nyi mas Melati, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Selasa (21/2) siang. Kelimanya datang ke kantor KPU dengan berjalan kaki dari arah Karawaci dengan melintasi Jalan Bhakti, kawasan Boen Tek Bio.

Mereka mengenakan pakaian khas Baduy warna hitam-hitam disambut hangat aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan di kantor KPU Kota Tangerang. Oleh sejumlah anggota polisi, kelimanya diminta beristirahat sejenak di pos jaga di sisi kiri pintu masuk. Mereka disuguhi air mineral oleh sejumlah polisi.

Setelah berbincang-bincang sejenak, mereka dipersilakan masuk ke dalam kantor KPU Kota Ta ngerang. Di lantai dua kantor tersebut, tampak Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane beserta komisioner menyambut kedatangan mereka di ruang media center. Tampak pula Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono turut mendam pingi. Setelah berbincang ringan, salah satu perwakilan warga Baduy tersebut menyampaikan maksud kedatangannya ke KPU Kota Tangerang.

Ketua Masyarakat Adat Baduy Erwin mengaku kedatangannya tersebut merupakan amanat dari para tetua di desa mereka terkait informasi adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilkada Banten, khususnya di Kota Tangerang.

”Saya membawa amanah dari pusat lembaga. Kami menyampaikan aspirasi ke KPU tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada kecurangan. Harus kita tegakkan, harus ditindak sampai tuntas, supaya beres,” ujar Erwin.

Erwin yang juga Ketua Dewan Penasihat Desa Kanekes menjelaskan, masyarakat Baduy merasa khawatir dengan informasi dugaan kecurangan di Kota Tangerang. Untuk itu, ia meminta agar KPU Kota Tangerang bisa menuntaskan dugaan-dugaan kecurangan tersebut.

”Mengingatkan kepada ketua, supaya rapi, supaya beres kabeh (beres semua-red) tidak ada kecurangan. Pimpinan (ketua KPU-red) tenang,” tambahnya. Ia mencontohkan, informasi yang diterima soal kecurangan dalam Pilkada yakni adanya surat suara yang sudah dicoblos sebelumnya. Ada masyarakat yang tidak datang ke tempat pemungutan suara, tapi surat suaranya dicoblos oleh oknum-oknum,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta KPU Kota Tangerang bersih dalam menjalankan tugasnya. Jika tidak, ia khawatir persoalan ini bisa memicu gesekan di masyarakat. ”Jangan sampai ada gesekan ke depan,” imbuhnya.

Erwin juga menjelaskan, kedatangan mereka bukan mewakili calon pasangan gubernur tertentu. Mereka akan menerima siapapun yang menjadi gubernur Banten nanti. ”Pada dasarnya kami dukung siapapun yang menjadi gubernur, yang penting prosesnya berjalan dengan jujur dan adil, soalnya di Baduy saja berjalan lancar tanpa ada kecurangan,” tandasnya.

Razak, perwakilan masyarakat Baduy Luar, berharap agar pasca pemungutan suara dalam Pilgub Banten, tidak ada kekerasan maupun kecurangan. ”Kami khawatir terhadap dampak Pilkada kalau sampai terjadi kecurangan. Karena kami sangat berharap, Banten lebih baik ke depannya,” ungkapnya.

Sanusi Pane mengapresiasi kedatangan perwakilan masyarakat Baduy Luar yang ingin menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, ini sebagai bentuk kepedulian dari masyarakat Baduy terhadap proses demokrasi di Banten. ”Mereka bagian dari warga Banten, yang ingin demo krasi berjalan dengan baik. Dan kami sangat meng apresiasi itu,” ujar Sanusi.

KPU, kata dia, bersikap terbuka dan transparan. Sehingga siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi, akan diterima dengan baik selama bertujuan untuk kebaikan bersama. ”Untuk mengkritisi demi pembangunan demokrasi yang lebih baik di Kota Tangerang,” tukasnya.

Pihaknya pun menerima masukan dari perwakilan masyarakat Baduy tersebut. ”Kami akan menjalankan amanah ini dan pesan suku Baduy dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. Usai menyampaikan aspirasi, kelima perwakilan Suku Baduy tersebut kemudian diantar dengan menggunakan kendaraan dinas KPU Kota Tangerang menuju tempat awal mereka tiba. (Hen/Radar Banten)