Limbah Plastik Diolah Jadi Tikar dan Dompet

CILEGON – Ibu rumah tangga di Kecamatan Ciwandan belajar mendaur ulang sampah plastik menjadi sejumlah alat siap pakai seperti tikar, dompet, dan tas. 

Dalam kesempatan itu, ibu-ibu mempelajari cara melipat maupun menyambungkan setiap potongan sampah-sampah kemasan kopi dan aneka sampah plastik lainnya hingga membentuk barang-barang.

Ketua Forum Bank Sampah Kota Cilegon Heri Suherman menjelaskan, daur ulang sampah plastik selain mampu mengubah barang tidak laik pakai menjadi barang bernilai ekonomi juga menjadi solusi menangani masalah sampah plastik.

“Satu dompet ukuran 15×10 cm saja bisa menghabiskan 90 sampah bekas kopi. Tiker bisa ribuan. Pernah bikin tiker 1×1 meter habisnya ribuan bungkus,” ujar Heri, Rabu (4/12).

Kata Heri, produksi sampah plastik di Kota Cilegon cukup banyak setiap bulan. Berdasarkan data bank sampah, setiap bulan, sampah plastik yang masuk ke satu bank sampah di Kota Cilegon mencapai 4 hingga 5 kwintal.

Di Kota Cilegon saat ini terdapat 29 bank sampah. 20 bank sampah yang telah aktif, dan sisanya dalam masa rintisan.

Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariyadi menuturkan, melalui pelatihan itu pemerintah berupaya memberikan bekal pengetahuan pada masyarakat agar bisa mengolah sampah sehari-hari sampai mempunyai nilai ekonomi, terutama sampah plastik. 

“Jadi nanti ilmunya bisa dimanfaatkan di sela-sela kegiatan ibu-ibu,” ujarnya.

Hasil kerajinan itu akan ditindaklanjuti kepada intansi terkait, dalam hal ini Dekranasda dan juga sejumlah industri di Ciwandan, agar produk hasil masyarakat bisa dipasarkan. (Bayu Mulyana)