Lindungi Nelayan Karangantu, ICMI Banten Sosialisasikan Jaminan Sosial

0
77

SERANG – Ratusan nelayan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketanagakerjaan. Padahal mereka adalah salah satu kelompok profesi yang rentan karena tiap hari berjibaku dengan lautan.

Oleh karena itu, kelompok rentan ini perlu dilindungi. Salah satunya lewat BPJS Ketanagakerjaan yang akan mengcover profesi ini bila mendapatkan musibah saat bekerja. “Saya kira, para nelayan sudah saatnya dilindungi kehidupannya. Dalam konteks ini, negara hadir lewat BPJS Ketanagakerjaan untuk melindungi warga, salah satunya nelayan,” ujar Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten Prof Dr Lili Romli saat sosialisasi Manfaat Program Jaminan Sosial Ketanagakerjaan di kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara, Karangantu.

Kata Lili, selama ini profesi nelayan termasuk kelompok yang rentan musibah. Sebab setiap hari berhadapan dengan laut. “Kita memang tidak mengharapkan musibah terjadi, tapi sebagai antisipasi saya kira saatnya para nelayan mendaftar BPJS Ketanagakerjaan untuk melindungi mereka,” ujarnya.

Sementara Asisten Deputi Ketanagakerjaan BPJS Kanwil Banten Didin Haryono mengatakan, banyak manfaat bila menjadi keanggotaan BPJS Ketanagakerjaan. Salah satunya, BPJS akan memberikan santunan kematian bila ada nelayan yang mendapatkan musibah. “Santunan akan diberikan kepada ahli waris,” ujarnya.

Kata Didin, BPJS Ketanagakerjaan ini menyasar seluruh pekerja di Indonesia termasuk nelayan. Ia berharap, dengan menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan maka kehidupan nelayan menjadi lebih baik.

Sementara Kepala Syahbandar Amrul menambahkan, di Karangantu ada sekitar 500 nelayan yang aktif. Mereka menggantungkan nasib dari laut. Amrul juga berharap, agar para nelayan menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan. (alt/ags)